Kesaksian Teman: Mun’im Idris Ahli Forensik Yang Jujur

Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Almarhum Abdul Mun’im Idris dikenal sebagai sosok yang jujur dalam mengungkapkan fakta suatu kasus.

“Beliau jujur mengungkap fakta apa adanya, tidak pernah direkayasa,” demikian rekan Mun’im Profesor Dr dr Endang Basuki MPH, saat ditemui di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat. Endang menegaskan, Mun’im selalu jujur dalam mengungkapkan fakta-fakta yang ditemukan saat penyelidikan.

Dia menambahkan, Mun’im juga dikenal berani dan apa adanya dalam mengungkap kasus dan membeberkan bukti-bukti dari kasus yang diselidikinya. “Kalau Mun’im melihat suatu bukti pada kasus yang ditangani, kenyataan itu dia beberkan apa adanya,” ungkapnya.

Dia mengaku dekat dan sangat kehilangan sosok teman kuliah angkatan 71 itu. Kasus yang pernah ditangani Mun’im, di antaranya kasus Ditje Budimulyono, kasus Petrus, kasus Pedofil dengan tersangka Robot Gedhek, kasus perkosaan massal 13-14 Mei, kasus Christine, yakni kasus penyimpangan seksual dan digandeng dengan kasus Ita, kasus Trisakti, kasus Semanggi, kasus Mutilasi dan kampanye 1998.

Selain itu, kasus aborsi massal, kasus Marsinah, kasus Okki-Gina, kerusuhan Pelabuhan Ratu, kerusuhan di Pontianak, kerusuhan di Sumbawa, kasus Tommy Suharto, kasus Tomi Winata, kasus STPDN Sumedang, kasus Al Ghozi Solo dan kasus lainnya. Mun’im Idris meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya, yakni kompilkasi diabetes, jantung koroner, dan dan pankreas.

Berdasarkan data dari dokter yang menanganinya, dr. Priyambodho Sp. An, Mun’im menderita diabetes selama 10 tahun, jantung koroner (coronary arterial disease) selama tiga tahun, pankreas ganas selama 23 hari. Karena penyakit yang dideritanya, Mun’im dibawa ke instalasi gawat darurat pada (07/9), kemudian dipindahkan ke ruang rawat di gedung A dan kemudian dipindahkan ke gedung ICU pada (24/9) karena sempat kritis setelah menjalani operasi. (MSR/ANT)