Imam Besar Istiqlal: Ratakan Makam Uje

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Beberapa hari terakhir, media menyuguhkan konflik tak berujung mengenai pemugaran makam Ustadz Jefri Al Buchori (Uje). Pemugaran makam ini menyeret Istri Uje, Pipik Dian Irawati dan keluarga besar Uje untuk masuk ke dalam pusaran arus konflik. Imam Besar Masjid Istiqlal, K.H. Ali. Mustafa Yaqub juga buka suara mengenai polemik ini. Ia tak setuju makam Uje menjadi setinggi pinggang orang dewasa yang dianggap mewah. Ia juga menyarankan agar makam Uje diratakan saja seperti layaknya makam yang lain.

KH. Ali Mustafa juga menambahkan bahwa, pemugaran makam dan menghiasinya dengan keramik hanya pantas diberikan kepada makam nabi saja. Imam Besar Masjid Istiqlal ini tidak bermaksud berpihak kepada siapapun dalam hal ini, saran yang diberikannya adalah merujuk kepada hadist nabi yang jelas megenai larangan meninggikan makam, yaitu:
“Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim no. 969)“

“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)

Pemugaran makam Uje ini menjadi konflik yang kian melebar, diawali dari dipugarnya makam Uje oleh Umi Tatu sang ibunda tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada istri almarhum, Pipik hingga kemudian membesar hingga keluarga Uje (kakak dan adiknya. Red) keukeuh dengan pendapatnya bahwa makam Uje wajar dibangun mewah dan layak. Sampai-sampai persoalan ini membuat Ustadz Aswan (Kakak Uje) mengungkit Pipik hanyalah ‘mantan istri’ yang tak punya hak atas makam adiknya.

Keluarga besar Uje merasa semasa hidup, Uje banyak disukai dari berbagai kalangan, jadi sangatlah wajar apabila makam tersebut dibuat agak lain dari yang lainnya. Makam mewah berlapiskan marmer hitam ini sebenarnya merupakan sumbangan dari salah seorang jamaah fanatik Uje.

Pipik, istri almarhum Uje ini memang pernah mendengar bahwa ada jama’ah sekaligus sahabat almarhum ingin membangun makam suaminya. Tapi ia belum sempat berembug akan dibangun seperti apakah makam tersebut. Dan ketika mengetahui pemugarannya, Ia kecewa dan menyatakan ketidaksetujuannya dengan pemugaran makam suaminya dan dengan sengaja dibuat menjadi mewah.

Akankah polemik ini masih terus berlanjut, setelah pihak Pemda DKI dan Imam Masjid Istiqlal ikut buka suara mengenai polemik makam Uje? Entah bagaimana tanggapan dari keluarga besar Uje akan hal ini. Kita tunggu saja babak terbaru polemik makam ini. (FIT)