Nyambi Jadi Model, Cewek Cantik Rusia Terancam Dideportasi

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Hari ini, Jum’at 27 September 2013, pihak Imigrasi Jakarta Selatan telah mengamankan Lazareva Julia, seorang wanita 23 tahun Warga Negara Russia.

Wanita kelahiran 2 September 1990 ini diduga telah melanggar Pasal 122 A UU No. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, yaitu melakukan kegiatan tidak sesuai dengan maksud dan pemberian izin tinggal terhadapnya.

Julia yang memiliki izin tinggal Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa On Arrival) ini disinyalir menyambi sebagai model diatas naungan salah satu agensi model di Indonesia berinisial AM.

“Julia tinggal di Indonesia sejak Januari 2012. Selama 8 bulan kami sudah melakukan penyidikan dilapangan terkait kegiatan Julia selama di Indonesia, dan diduga Julia adalah salah satu model di agensi AM,” terang Anggi Wicaksono, Kepala Seksi Pengawasan Keimigrasian, ketika ditemui Sayangi.com di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan pada Jum’at 27/09.

Sampai berita ini diturunkan, Julia masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Julia bahkan sempat mengelak tentang kegiatannya di agensi AM.

“Which Agency guys?”bantah Julia ketika tim Sayangi.com menanyakan seputar hubungan dan kegiatannya di Agensi AM.

Julia menekankan bahwa keberadaannya di Indonesia hanya sekedar sebagai pelancong untuk melakukan perjalanan kebeberapa daerah di Indonesia. Namun sayangnya, bukti-bukti yang digelar penyidik mengarah benar bahwa Julia adalah seorang model di Agensi AM.

Selanjutnya, jika didapati bukti-bukti kuat terkait, maka agensi model AM pun turut diancam pidana sebagaimana Pasal 122 B UU No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, yaitu memberikan kesempatan kepada orang asing untuk menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia.

Kedua belah pihak, agensi model dan sang model Julia terancam pidana. 5 tahun penjara atau denda 500 juta Rupiah.

Tindakan tegas terhadap pelanggaran ini juga merupakan peringatan terhadap agensi-agensi model lainnya di Indonesia khususnya di wilayah Jakarta Selatan untuk mematuhi peraturan perundangan di Indonesia. (RH)