Pilkada Langsung Tak Sesuai Pancasila

Foto: Sayangi.com/Ardhy

Palembang, Sayangi.com – Ketua umum DPP Gerakan Nasional Penegak Pancasila dan UUD 1945 (GNPP 45), Muhammad Aminuddin mengatakan, seyogyanya pemilihan Kepala Daerah tidak dilakukan secara langsung sesuai isi Pancasila butir empat.

“Butir empat Pancasila berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan keadlian. Kalau menurut isi butir empat tersebut, kepala daerah, seperti gubernur, bupati dan wali kota seharusnya cukup dipilih oleh para anggota dewan,” kata pria yang akrab dipanggil dengan Amin Tras ini di kantor GNPP 45. (27/09).

Selain itu, pemilihan langsung itu memakan dana yang sangat besar, contohnya Pilkada Sumsel sekarang ini. Alangkah baiknya jika dana sebesar itu dimanfaatkan demi kepentingan rakyat seperti memberikan pembangunan atau direalisasikan kebutuhan sandang pangan masyarakat,” kata Amien.

Menurutnya, di dalam Pancasila, pemilihan untuk seorang Kepala Daerah dilakukan oleh para anggota dewan dimana yang sebelum menjadi anggota Dewan telah melewati proses pemilihan yang dilakukan oleh rakyat.

”Dewan itukan yang dipercaya rakyat, jadi cukup mereka sajalah yang memilih Kepala Daerah itu. Jangan menghamburkan uang kepihak-pihak terkait yang memanfaatkan pemilihan langsung tersebut,” ujarnya.

Ketika ditanya bukankah jika nantinya dikembalikan seperti zaman lalu dengan memilih kepala Daerah adalah anggota Dewan justru malah akan membuat lubang kesempatan untuk meraup uang dari berbagai Calon, Amin menjelaskan, semua ada celah terhadap penyuapan maupun korupsi namun pihak terkait di Negara ini juga telah ada untuk menindak kejadian seperti itu.

”Kalau dia menerima suap atau mementingkan kepentingan Partai ataupun organisasi bisa dibuktikan dan ditindak oleh pihak yang berwenang seperti kalau korupsi atau suap pihak KPK kan ada. Jika terbukti masuk ke ranah pidana umum yang menyuap dan disuap juga jelas ada UU nya dengan ancaman yang jelas jadi ketegasan masing masing instansi yang berwenang harus terbukti,” bebernya. (VAL)