GMII Nilai Sutarman Layak Jadi Calon Tunggal Kapolri

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII), M. Niko Kapisan menyambut positif pilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Komjen Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Timur Pradopo.

“GMII mendukung penuh langkah Presiden SBY menunjuk Kabareskrim Komjen Pol Drs. Sutarman sebagai pengganti Kapolri Timur Pradopo,” kata Niko melalui siaran persnya yang diterima Sayangi.com, Sabtu (28/9). Meski direkomendasikan oleh Presiden SBY, pencalonan Sutarman belum final, karena masih harus menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI.

Niko menilai, Sutarman sangat layak menjadi calon tunggal di institusi Polri. Sebab tidak ada jejak rekam dia yang negatif. Sebaliknya, dia cukup memiliki integritas dan pengalaman, sehingga layak didaulat sebagai calon tunggal Kapolri.

Komjen Pol Drs. Sutarman lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 5 Oktober 1957, merupakan Kabareskrim Mabes Polri yang aktif sejak 6 Juli 2011. Dia pernah menjabat sebagai Ajudan Presiden RI keempat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kemudian pada akhir 2004 menjabat Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar (Kapolwiltabes) Surabaya, setelah itu dia menjabat sebagai Kapolda Kepri 2005, Kaselapa Lemdiklat Polri 2008, lalu Kapolda Jabar 2010, Kapolda Metro Jaya 2010, dan terakhir menggantikan Komjen Pol Ito Sumardi sebagai Kabareskrim Mabes Polri sejak tahun 2011.

Selain itu, menurut Niko, keseriusan Sutarman untuk terus melakukan reformasi birokrasi di tubuh Polri khususnya dimulai dari petinggi Polri menjadi poin penting tersendiri bagi sang Komjen. Karena dengan cara pembenahan reformasi birokrasi di dalam tubuh Polri, pemberantasan korupsi dan peningkatan rasa aman bagi masyarakat bisa terlaksana.

“Kami berharap DPR dapat menerima Komjen Pol Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri dan berharap kelak bila terpilih, Komjen Pol Sutarman dapat fokus menuntaskan kasus penembakan anggota Polri serta penuntasan kasus-kasus lain guna mendongkrak citra Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang mulai kehilangan kepercayaan di muka publik karena berbagai permasalahan,” katanya. (MSR)