Rouhani Telepon Obama, Hubungan AS dan Iran Mencair

Foto: policymic.com

Washington, Sayangi.com – Akhirnya hubungan Iran dan AS mulai terlihat mencair setelah sekian lama bersitegang dengan pemimpin terdahulu Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Mencairnya hubungan ini terlihat kentara saat Hassan Rouhani, Presiden Iran yang baru saja dilantik berbicara melalui telepon dengan Presiden AS, Barack Obama. Pembicaraan yang berlangsung 15 menit itu terkait persoalan penanganan program nuklir.

Pembicaraan ini menjadi catatan karena merupakan pembicaraan pertama yang dilakukan oleh pemimpin kedua negara dalam kurun waktu lebih dari tiga puluh tahun terakhir.

Dalam pembicaraan itu Obama berupaya membuat sebuah kemajuan dengan pemimpin baru Iran yang tengah berdiplomasi menjelaskan program nuklir negara itu.

Sebelumnya Presiden Rouhani mengatakan kesepakatan terkait penanganan program nuklirnya sebaiknya dilakukan secepat mungkin. Dia juga mengatakan Iran tidak berencana membuat bom nuklir seperti yang dituduhkan oleh negara-negara barat.

Rouhani yang menggambarkan bahwa pertemuan di PBB pekan ini sebagai sebuah langkah pertama, juga percaya persoalan tentang nuklir bisa diselesaikan dalam waktu yang tidak lama.

Dia menggambarkan, pembicaraan awal dilakukan dalam suasana yang berbeda dengan suasana masa lalu.

Kantor berita Iran, Irna mengatakan, pembicaraan Rouhani dengan Obama dilakukan sesaat sebelum pengganti Mahmoud Ahmadinejad itu meninggalkan New York, tempat dimana dia menghadiri pertemuan tahunan Majelis Umum PBB.

“Pasti akan ada sejumlah hambatan penting saat melangkah maju dan tidak ada jaminan semuanya akan berlangsung dengan baik, saya percaya kita bisa mencapai solusi yang komprehensif,” ujar Barrack Obama.

Pejabat Gedung Putih mengatakan pembicaraan telepon ini merupakan inisiatif dari Rouhani. Mereka digambarkan melakukan pembicaraan dengan ramah. Dalam pembicaraan itu, Obama sempat menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib tahanan AS di Iran namun kemudian beralih pada upaya mencapai solusi dalam persoalan nuklir.

Rouhani juga mengatakan dia ingin mencapai kesepakatan penyelesaian nuklir dalam waktu antara tiga hingga enam bulan. (FIT/BBC)