Jadi Kapolri, Sutarman Harus Prioritaskan Pemberantasan Korupsi

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menjatuhkan pilihan pengganti Kapolri Timur Pradopo pada Kabareskrim Komjen Pol Sutarman. Ia menjadi calon tunggal yang diusulkan SBY terhadap DPR.

Surat dari Presiden telah diterima DPR yang selanjutnya akan dibawa pada sidang Paripurna pada Selasa pekan depan. Proses selanjutnya diserahkan ke Bamus DPR untuk dilakukan fit and proper test di Komisi III DPR.

Sekertaris Direktur Visi Indonesia, Ade Andriansa, menilai Komjen Sutarman sebagai perwira Polri yang mumpuni untuk menduduki orang nomor satu di Trunojoyo. Hanya saja, tugas Sutarman nantinya tidaklah mudah. Paling tidak, dua hal kata Ade yang mesti dibenahi oleh Sutarman, yakni masalah pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.

“Kita menaruh harapan besar kepada Komjen Pol. Sutarman dalam Pemberantasan Korupsi di internal dan eksternal Polri, terus melakukan reformasi di tubuh polri dan meningkatan rasa aman bagi masyarakat,” kata Ade dalam siaran persnya yang diterima Sayangi.com di Jakarta, Sabtu (28/9/2013).

Ade Andriansa juga menilai, adanya suara tidak setuju atas penunjukan terhadap Sutarman, merupakan bagian dinamika dari sebuah proses pemilihan seseorang terhadap jabatan tertentu. Hal itu kata dia, merupakan hal yang wajar.

“Biasa ada dinamika. Tapi semoga DPR dapat menerima pilihan SBY ini.”

Kabareskrim Komjen Pol Drs. Sutarman, lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 5 Oktober 1957 merupakan perwira lulusan Akpol tahun 1981. Berbagai jabatan penting sebelum menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri pernah dipegang oleh Jenderal Bintang Tiga ini. Ia pernah menjabat sebagai Ajudan Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid, Kapolwiltabes Surabaya, dan Kaselapa Lemdiklat Polri. Selain itu, ia pernah menjadi Kapolda Kepulauan Riau, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.