Tjahjo Kumolo : Tak Benar Cornelis Menodong Warganya

Foto : Antara

Pontianak, Sayangi.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan mengeluarkan pernyataan terkait pemberitaan tentang Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat yang juga Gubernur Kalbar Cornelis mengenai tudingan penodongan pistol ke warga.

Tjahjo Kumolo, Sekjen DPP PDI Perjuangan dalam rilis yang diterima di Pontianak, Jumat (27/9) menyatakan telah mengklarifikasi ke Cornelis mengenai peristiwa itu.

Hasilnya, ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan, kata Tjahjo Kumolo.

Pertama, pemberitaan bahwa Cornelis Gubernur Kalbar menodongkan pistol sama sekali tidak benar.

Kedua, bahwa persoalan sebenarnya terkait dengan ketidakpuasan pendukung pasangan Nomor 3 di Pilkada Kabupaten Sanggau yang mengalami kekalahan pada tanggal 19 September.

Ketiga, pada tanggal 26 September 2013, Gubernur Kalbar melantik Sekda Sanggau. Kemudian, sewaktu pulang ke Pontianak, melewati Pasar Bodok, masuk ke simpang Meliau.

Di pasar itu, sekitar pukul 16.30 WIB, ada orang berteriak-teriak dan mendiskreditkan Gubernur Kalbar dengan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas.

Keempat, para pengawal dan ajudan Gubernur turun, menanggapi hal itu. Para ajudan menanyakan mengapa dia begitu? Kelima, saat itu posisi Gubernur sudah beberapa puluh meter di depan. Karena melihat kejadian itu, Gubernur minta sopir memundurkan mobilnya.

Keenam, gubernur ke tempat kejadian dan menanyakan: “Ada apa?”. Pengawal memberi tahu, dan Gubernur bertanya: “mengapa kamu begitu?”. Yang bersangkutan tidak menjawab.

Pengawal Gubernur, sesuai prosedur tetap, memang membawa pistol. Senjata memang ada di pinggang tapi ditutup baju, kaos, dan mungkin dia melihat, karena baju terangkat kelihatan senjatanya, seolah mengancam dengan senjata.

Kejadian itu sudah tiga kali, tapi selama ini tidak dihiraukan.

Ketujuh, untuk menghindari amuk massa, maka Gubernur minta polisi membawa orang yang menghinanya ke mapolsek, selanjutnya masyarakat bertemu Gubernur. Mereka bertanya: “mengapa bapak biarkan?”. Gubernur lalu memberikan penjelasan, masalah itu sudah diserahkan ke polisi yang memiliki wewenang untuk itu.

Selanjutnya Gubernur bersama Camat Parindu, Kapolsek, dan Koramil Parindu serta masyarakat minum kopi.

Atas dasar hal itu, DPP PDI Perjuangan menegaskan, penodongan senjata itu sama sekali tidak benar.

Dan Tjahjo Kumolo menegaskan, gubernur tidak sampai hati untuk melakukan perbuatan itu. (Ant)