Ban Ki-Moon Bertemu Oposisi Suriah

New York, Sayangi.com  – Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon mengadakan pertemuan pertama kali dengan ketua Koalisi Nasional Suriah, tokoh oposisi, Sabtu, dalam langkah untuk memenangkan penyelenggaraan konferensi damai.

Pertemuan itu agaknya membuat murka pemerintahan Presiden Bashar al-Assad — yang masih diakui oleh PBB dan selalu menyebut koalisi serta pihak oposisi lain sebagai “teroris”.

Ketua koalisi Ahmad Jarba mengatakan kepada Ban bahwa kelompoknya siap untuk mengirim utusan ke suatu konferensi, menurut juru bicara PBB Martin Nesirky.

Ban pada Jumat mengumumkan bahwa ia berkeinginan mengatur konferensi damai pada pertengahan November sebagai kelanjutan dari konferensi serupa di Jenewa yang dilaksanakan Juni 2012, saat kekuatan utama menyetujui suatu deklarasi mengenai adanya pemerintahan transisi di Suriah.

“Sekretaris Jenderal menyambut baik janji Mr Jarba untuk mengirim utusan ke konferensi di Jenewa serta mendesak Koalisi Nasional untuk mengajak kelompok oposisi lainnya bersepakat mengirim perwakilan serta bergabung dalam satu delegasi,” kata Nesirky.

“Ban menekankan pentingnya melakukan dialog bersungguh-sungguh secepat mungkin demikian pula untuk memastikan adanya penanggung jawab kejahatan perang,” kata juru bicara itu.

Pimpinan PBB itu mengatakan pada 13 September bahwa Assad melakukan “banyak kejahatan kemanusiaan.” Ia terus menerus mengecam Bashar sejak terjadi serangan dengan senjata kimia pada 21 Agustus di dekat Damaskus.

Suatu penyelidikan oleh PBB menemukan penggunakan bahan berbahaya gas sarin yang dilarang.

PBB mengatakan 1.400 orang meninggal dalam serangan dan menyalahkan pemerintah Assad melakukan pembunuhan. Pemerintah dan Rusia menuduh kelompok oposisi mendramatisir serangan.

Dewan Keamanan PBB dalam pemungutan suara pada Jumat memutuskan pemusnahan senjata kimia di Suriah, sebagai resolusi pertama atas perang yang terjadi sejak Maret 2011 untuk menentang pemerintahan Assad.

Menurut PBB perang tersebut telah menyebabkan 100.000 orang kehilangan nyawa.