Nugie dan Rianti Cartwright Pungut Sampah di Pulau Pramuka

Foto: sayangi.com/Zee)

Jakarta, Sayangi.com – Sabtu 28 September 2013, Pulau Pramuka siang itu nampak kedatangan tamu yang tak biasa. Gerumul orang dengan seragam bertuliskan Green Smile nampak memunguti sampah baik di jalan utama sekitar pulau ataupun ditepian pantai. Terlihat pula artis cantik Rianti Cartwright dan pelantun tembang Pelukis Malam, Nugie nampak ikut memunguti sampah di tepi tanjungan pulau Pramuka, di Kepulauan Seribu.

Kehadiran Rianti dan Nugie kali ini bukan sekedar wisata, mereka bersama 700 orang lainnya yang tergabung dalam acara bertajuk “Spirit Of Thalasa” ini bahu membahu membersihkan pulau dari sampah-sampah. Tak hanya itu, sebanyak seratus orang penyelam juga turut berpartisipasi dalam pembersihan laut, terutama area bawah laut.

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh setiap tanggal 27 September ini  mengusung tema “Spirit Of Thalasa” yang bermakna semangat dari Thalassa (Dewi Laut dalam mitologi Yunani) untuk kebersihan dan keindahan bawah laut.

“Yang namanya underwater dan beach clean up itu sebuah kegiatan yang baik, harus disosialisasikan ke seluruh Indonesia. Kita harus mensosialisasikan arti pentingnya tidak membuang sampah sembarangan kepada masyarakat di darat karena dampaknya ke laut dan daerah di sekitarnya,” tutur Wiriyatmoko, Sekda Provinsi Jakarta, dalam pembukaan acara bertajuk “Spirit of Thalassa” di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (28/9/2013).

Acara ini melibatkan 700 peserta yang di antaranya terdiri dari 600 mahasiswa, pelajar setempat, hingga pemerhati lingkungan. Seratus orang lainnya tergabung dalam tim penyelam yang bertugas membersihkan area dasar laut disekitar Pulau Pramuka.

Area pembersihan terbagi menjadi tiga titik, yaitu titik keliling barat, titik keliling timur, dan titik keliling tengah. Selain kegiatan pembersihan sekitar pulau dan area dasar laut, acara ini juga mengajak pesertanya untuk menanam bibit pohon mangroove atau bakau yang berguna sebagai rehabilitasi  hutan bakau di sekitar Pulau Pramuka.

Seperti diketahui, Jakarta dengan beberapa TPA saja belum sanggup menampung hasil sampah masyarakat. Itu sebabnya berpuluh-puluh ton sampah harus terbuang ke laut. Sampah kiriman ini kemudian turut menjadi masalah pula bagi penduduk yang bermukim di Kepulauan Seribu.

“Pendapatan Pulau Pramuka yang seharusnya Rp9 miliar, hanya Rp2,8 miliar akibat masalah sampah yang tidak pernah berhenti,” jelas Wiriyatmoko. (MI)