Soal Lurah Susan, Perang Ahok vs Mendagri Makin Panas

Foto: sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Perang dingin antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi belum mereda. Perang yang berupa perang kata-kata ini masih berlanjut hingga saat ini.

Namun saat ini, yang meladeni Ahok, sapaan akrab Basuki, bukan Mendagri langsung, tetapi staf khusus Mendagri, yakni Umar Syadat Hasibuan.

Dalam akun twitternya @Umar_Hasibuan yang diposting Minggu (29/9/2013) siang, ia menanggapi komentar Ahok yang meminta Mendagri belajar konstitusi. Menurutnya, yang layak belajar konstitusi itu bukanlah Mendagri, tetapi Ahok sendiri.

Bahkan kata dia, dengan pengalaman Ahok yang relatif minim di pemerintahan, tidak selayaknya Ahok meminta Gamawan belajar konstitusi.

“Ahok cuma 1 th lebih jd Bupati Belitung Timur, trus maju jd Gubernur Bangka Belitung dan kalah. Apa Ahok pantes suruh Mendagri belajar konstitusi?” tulis Umar.

“Mendagri 2 priode jadi Bupati dan 1 Priode jadi Gubenur. Naif klu Ahok suruh Mendagri belajar konstitusi. Ahok shrsnya yg belajar kontitusi.”

“Coba kalian tanya masyarakat Sumbar tentang Kepemimpinan Mendagri slm jd Bupati 2 priode di solok dan Jadi Gub sumbar agr kalian gak Asbun,” jelasnya.

“Mendagri itu jadi gubernur Sumbar,tentu beliau tahu tugas lurah itu apa.Sdg Ahok baru jd wagub dan bukan Gubernur.

Sebelumnya, Ahok meminta Mendagri belajar konstitusi. Hal ini terkait permintaan Mendagri kepada Gubernur DKI Joko Widodo agar mengevaluasi penempatan Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli.

Menurut Basuki, posisi lurah Susan ini tidak dapat begitu saja dicabut, hanya karena adanya penolakan dari sebagian warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

“Menurut saya, Mendagri perlu belajar tentang konstitusi. Ini negara Pancasila. Bukan ditentukan oleh orang tolak, tidak tolak,” kata Ahok.

Diketahui, sejumlah massa melakukan aksi penolakan terhadap Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Namun penolakan ini dianggap hanya berbau SARA, karena Susan tidak beridentitas muslim.