Fenomena Patung Kepala Buddha di Akar Pohon

Foto: Post307

Sayangi.com – Di antara perkasanya akar-akar pohon, seonggok patung kepala terlilit di sana. Bukan patung sembarangan, patung kepala itu adalah kepala patung sang Budha. Patung kepala batu Buddha itu bahkan sudah menyatu dengan batang pohon.

Batu kepala Buddha itu berada di batang pohon dan berada 30 cm di atas tanah. Sementara tidak terlihat ada sisa badan dari patung tersebut, entah karena sudah hancur. Tidak ada tanda sisa potongan badan dari kepala Budha yang menjadi satu di pohon tersebut.

Selain terkenal dengan kuil-kuil berkilap emas yang menakjubkan, Thailand juga terkenal dengan reruntuhan bangunan bersejarah yang indah, Wat Mahathat salah satunya. Wat Mahathat merupakan reruntuhan kuil dan kerajaan Ayutthaya yang dibangun pada tahun 1384 oleh Raja Rachatirat. Kerajaan ini berakhir dan runtuh akibat penyerangan dan penjarahan oleh kerajaan Burma pada abad ke-14. Dan sekarang hanya tersisa peninggalan sejarah berupa reruntuhan bangunannya saja.

Di tahun 1625 bagian atap pada bangunan utama runtuh dan dibangun kembali pada tahun 1633 dengan 4 meter lebih tinggi dari sebelumnya, tetapi kemudian runtuh lagi dengan kondisi yang lebih parah, sehingga hanya menyisakan sudut-sudut bangunannya. Yang menarik, pada tahun 1956 sebuah ruang tersembunyi ditemukan di dalam reruntuhan bangunan, dan terdapat harta karun perhiasan emas, sebuah peti emas yang berisi barang-barang peninggalan Buddha, dan alat-alat makan yang berharga.

Taman bersejarah Ayutthaya ini sangatlah luas. Banyak hal menarik untuk dilihat. Reruntuhan ini mirip atau setali tiga uang dengan reruntuhan Candi Boko di Jogjakarta. Tetapi sebenarnya, bukan reruntuhan ini yang menjadi pusat perhatian para wisatawan.

Pada masa jayanya, kerajaan Ayutthaya memiliki banyak sekali arca dan patung-patung Buddha. Terkenal dengan harta karun yang berlimpah, hingga kerajaan ini diserang dan dijarah oleh kerajaan Burma dan mengalami kerusakan di sana-sini dan pecahnya patung-patung ataupun arca batu. Karena dimakan waktu, tempat ini menjadi tidak terawat, berlumut dan bersemak. Namun kawasan itu kini disulap menjadi salah satu kawasan wisata terpopuler di Thailand.

Fenomena kepala patung batu Buddha inilah yang menjadi daya tarik utama di Wat Mahathat ini. Karena, meski terlilit akar yang benjadi badan pohon tersebut, bagian wajah patung Buddha berada pada posisi tegak dan menghadap keluar seolah tersenyum. Uniknya lagi, warna batu sudah tidak tampak pada patung kepala tersebut. Warnanya sudah menjadi satu dengan warna batang pohon, sehingga terlihat seolah patung tersebut merupakan ukiran dari batang pohon, bukan dari potongan batu yang terlilit.

Penasaran? Anda bisa melihatnya. Dimulai saja perjalanan dari stasiun pusat Bangkok dengan kereta antar kota menuju stasiun Ayutthaya. Kereta menuju Ayutthaya berangkat setiap jamnya. Dengan kelas 3 seharga 15 Baht anda akan tiba di Ayutthaya 2 jam kemudian. Atau anda bisa menggunakan kereta kelas 2 dan akan menempuh perjalanan selama 1,5 jam seharga 245 Baht. Dari Stasiun, anda hanya perlu menyebrang jalan utama dan menyusuri jalan kecil di depan. Setelah sampai di pinggir sungai, anda bisa menggunakan kapal untuk menyebrang sungai dan dan tiba di lokasi Wat Mahathat dengan biaya 4 Baht saja. (VAL)