280 Anak-Mahasiswa Surabaya Gelar Tarian Anti Bulying

Foto: deviantart.com

Surabaya, Sayangi.com – Sebanyak 280 anak-anak dan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas NEXT dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Universitas Kristen Petra Surabaya menggelar tarian Flashmob Anti-Bullying di Ciputra World, Surabaya, Minggu sore (29/8).

“Saat ini, Bullying telah menjadi sebuah tindakan yang sangat mengkhawatirkan. Tak banyak orang tahu bahwa Indonesia masuk dalam empat negara dengan kasus Bullying tertinggi di dunia,” ungkap Bagian Divisi Publikasi, Bramantyo.

Berdasarkan Bullying Statistic, korban bullying pernah mencoba untuk bunuh diri sebanyak 2-9 kali, 30 persen pelajar merupakan korban bullying, sebagian dari kasus bunuh diri anak muda disebabkan oleh bullying, dan 160 ribu anak-anak menolak untuk pergi ke sekolah karena takut akan “bullying” yang telah mereka alami.

“Berangkat dari realita tersebut, kami tergerak melawan anti-bullying dengan menggelar Flashmob Anti-Bullying. Flashmob ini dikemas secara kreatif dengan alur kisah yang mendeskripsikan realita di sekitar kita,” katanya.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya dari Bullying terhadap mental sehingga tak ada lagi korban dari tindakan bullying.

“Tarian yang berlangsung selama 10 menit itu diperagakan secara bagian-bagian oleh para dancer yang sudah berlatih sejak 8 September lalu,” katanya.

Menurut ketua panitia Novita Nirmala, setiap orang yang dilahirkan ke dunia memiliki keinginan untuk bahagia. “Mereka berusaha mendapatkan kebahagian dengan mengejar impian-impiannya,” katanya.

Namun, tak semua orang beruntung dapat dengan mudah meraih apa yang ia cita-citakan. Sebagian orang mengalami perlakuan yang tidak adil dari lingkungannya. Kekerasan, ejekan, dan berbagai perlakukan buruk yang merusak harapan dan cara pandangnya melihat kehidupan.

Di tengah ketiadaan harapan itu, agaknya masih ada orang-orang yang peduli dan mau bergerak untuk menjadi jawaban bagi orang-orang yang kehilangan harapan itu.

“Itulah sepenggal cerita yang dituangkan ke dalam bentuk seni tari dengan setiap gerakan mewakili teriakan orang-orang yang peduli akan gerakan anti-bullying itu,” katanya.

Selain performance MOB Dance, para aktivis kegiatan ini juga mengajak pengunjung Ciputra World untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan anti-bullying dengan cara cap tangan pada papan yang disediakan. (ANT)