Koalisi Golkar, PDIP, PPP Menangkan Pilkada Ciamis

Foto : politik-hukum.lintas.me

Ciamis, Sayangi.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis, Minggu, mengumumkan pasangan calon bupati/wakil bupati Ciamis, Iing Syam Arifin-Jeje Wiradinata meraih suara terbanyak hasil rapat rekapitulasi perhitungan suara Pilkada.

Berdasarkan data hasil perhitungan suara tersebut pasangan nomor urut 1 Iing (wakil bupati Ciamis saat ini) berpasangan dengan Jeje diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan dan PPP memperoleh 495.522 suara atau 59,98 persen jauh unggul dibandingkan tiga pasangan calon lainnya.

Sedangkan pasangan nomor urut 2. Bagus Arief Wiwaha-Akasah diusung Partai Demokrat meraih 157.701 suara atau 19,09 persen. Pasangan nomor urut 3. Budi Kurnia-Mita Permatasari diusung PAN, PBB, PKB, PKS, Hanura dan Gerindra meraih 146.021 suara atau 17,67 persen.

Terakhir pasangan nomor urut 4 Heddy Suhendra-Yedi dari jalur perseorangan memperoleh 26.941 suara atau 3,26 persen dari surat suara sah 826.191 dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1.233.822 orang.

Ketua KPU Ciamis, Kikim Tarkim mengatakan hasil rekapitulasi perolehan suara tersebut dinyatakan sah terbuka secara umum dan tidak ada keberatan dari saksi pasangan calon.

“Ini hasil rekapitulasi sah ditingkat KPU, dan tidak ada satu pun keberatan dari saksi waktu rekap, baik ditingkat PPS, PPK sampai KPU,” kata Kikim.

Namun hasil perhitungan suara tersebut, kata Kikim, belum dapat ditetapkan pasangan bupati/wakil bupati Ciamis terpilih periode 2014-2019.

KPU Ciamis, lanjut dia, akan menggelar penetapan bupati/wakil bupati Ciamis terpilih, Senin (30/9) setelah melengkapi administrasi penetapan calon selesai.

“Ada administrasi yang harus saya siapkan. Rapat penetapan calon terpilih akan dilakukan selambat-lambatnya satu hari setelah pleno rekapitulasi,” katanya.

Jika ada pihak yang akan melakukan gugatan hasil Pilkada Ciamis, kata Kikim, dipersilahkan untuk mengajukannya ke Mahkamah Konstitusi tiga hari setelah rapat pleno rekapitulasi.

Namun Kikim yakin Pilkada Ciamis yang dilaksanakan 22 September 2013 tidak akan ada gugatan dari para pasangan calon bupati yang kalah.

“Kalau ada gugatan silahkan selambat-lambatnya tanggal 2 Oktober,” katanya. (Ant)