Mou Disebut Sempat Menangis Tak Dipilih MU

Foto: chelseafc

Spanyol, Sayangi.com – Jurnalis Spanyol Diego Torres mengklaim bahwa Jose Mourinho menangis saat dirinya mengetahui gagal menjadi pelatih Manchester United.

Pelatih asal Portugal, yang saat itu akan keluar dari Real Madrid, telah lama dirumorkan akan menjadi penerus Sir Alex Ferguson di Old Trafford.

Namun bagaimanapun juga, David Moyes akhirnya yang terpilih setelah mendapatkan rekomendasi dari pelatih asal Skotlandia tersebut, hal yang disebut Torres membuat Mourinho sangat tidak percaya.

“Mourinho… berpikir Ferguson adalah, selain sekutunya juga teman dan godfather,” tulisnya di buku barunya ‘Prepare to Lose: the Mourinho Era’.

“Dia merasa yakin bahwa mereka terikat oleh hubungan dari kepercayaan sejati.”

“Dia berpikir bahwa koleksi gelarnya yang menakjubkan membuat dirinya tidak dapat tertandingi oleh pesaingnya. Ketika dia tahu bahwa Ferguson memilih Moyes, pelatih Everton, dia merasa sangat tidak percaya: ‘Moyes belum memenangkan apapun’.”

“Mourinho tidak berhenti menelpon (agennya). Lawan bicaranya mendengar dia menangis dengan keras dan mereka menyebarkan kabar itu. sosok paling ditakuti di industri merasa hancur.”

The Blues berhasil bangkit dari ketertinggalan di White Hart Lane untuk mendapatkan satu poin di pertandingan yang menghibur menghadapi Tottenham Hotspur yang berakhir deangan skor 1-1, dan Jose Mourinho merasa kita sebenarnya bisa merebut tiga angka.

John Terry mencetak gol sundulan di babak kedua untuk menggagalkan gol pembuka yang dicetak Gylfi Sigurdsson di menit ke-18, sementara Fernando Torres diusir dengan kejam di akhir pertandingan menyusul duel udaranya dengan Jan Vertonghen.

Bisa dipahami, Mourinho merasa frustasi dengan diusirnya Torres, tetapi merasa gembira dengan penampilan kami di babak kedua, dan ia mengakui bahwa ia tidak bisa mengatakan banyak hal kepada para pemain di saat jeda pertandingan.

“Hal-hal yang sederhana, objektif, dan menjelaskan beberapa situasi, tetapi tidak terlalu banyak,” katanya. “Ini selalu tim Jose Mourinho, bahkan di babak pertama pun tim Jose Mourinho. Saya tidak pernah lari dari tim saya, ini selalu tim saya, tetapi di babak kedua kami bermain sangat baik. Kami bermain dengan semangat yang sangat bagus, mentalitas yang kuat, kami kuat secara taktik dan babak kedua berjalan sangat baik.”
Read more at http://indo.chelseafc.com/news/latest/1627#zFEOiDi9ApZxdiSp.99

The Blues berhasil bangkit dari ketertinggalan di White Hart Lane untuk mendapatkan satu poin di pertandingan yang menghibur menghadapi Tottenham Hotspur yang berakhir deangan skor 1-1, dan Jose Mourinho merasa kita sebenarnya bisa merebut tiga angka.

John Terry mencetak gol sundulan di babak kedua untuk menggagalkan gol pembuka yang dicetak Gylfi Sigurdsson di menit ke-18, sementara Fernando Torres diusir dengan kejam di akhir pertandingan menyusul duel udaranya dengan Jan Vertonghen.

Bisa dipahami, Mourinho merasa frustasi dengan diusirnya Torres, tetapi merasa gembira dengan penampilan kami di babak kedua, dan ia mengakui bahwa ia tidak bisa mengatakan banyak hal kepada para pemain di saat jeda pertandingan.

“Hal-hal yang sederhana, objektif, dan menjelaskan beberapa situasi, tetapi tidak terlalu banyak,” katanya. “Ini selalu tim Jose Mourinho, bahkan di babak pertama pun tim Jose Mourinho. Saya tidak pernah lari dari tim saya, ini selalu tim saya, tetapi di babak kedua kami bermain sangat baik. Kami bermain dengan semangat yang sangat bagus, mentalitas yang kuat, kami kuat secara taktik dan babak kedua berjalan sangat baik.”
Read more at http://indo.chelseafc.com/news/latest/1627#zFEOiDi9ApZxdiSp.99

The Blues berhasil bangkit dari ketertinggalan di White Hart Lane untuk mendapatkan satu poin di pertandingan yang menghibur menghadapi Tottenham Hotspur yang berakhir deangan skor 1-1, dan Jose Mourinho merasa kita sebenarnya bisa merebut tiga angka.

John Terry mencetak gol sundulan di babak kedua untuk menggagalkan gol pembuka yang dicetak Gylfi Sigurdsson di menit ke-18, sementara Fernando Torres diusir dengan kejam di akhir pertandingan menyusul duel udaranya dengan Jan Vertonghen.

Bisa dipahami, Mourinho merasa frustasi dengan diusirnya Torres, tetapi merasa gembira dengan penampilan kami di babak kedua, dan ia mengakui bahwa ia tidak bisa mengatakan banyak hal kepada para pemain di saat jeda pertandingan.

“Hal-hal yang sederhana, objektif, dan menjelaskan beberapa situasi, tetapi tidak terlalu banyak,” katanya. “Ini selalu tim Jose Mourinho, bahkan di babak pertama pun tim Jose Mourinho. Saya tidak pernah lari dari tim saya, ini selalu tim saya, tetapi di babak kedua kami bermain sangat baik. Kami bermain dengan semangat yang sangat bagus, mentalitas yang kuat, kami kuat secara taktik dan babak kedua berjalan sangat baik.”
Read more at http://indo.chelseafc.com/news/latest/1627#zFEOiDi9ApZxdiSp.99