Uang Rp 500 Juta Dibobol Anak Angkat

Foto : Sayangi.com/doc

Ambon, Sayangi.com – Ibarat menolong anjing kejepit, itulah yang dialami Dava Nurlatu (60). Setelah sebelumnya melindungi dua penambang emas ilegal di Gunung Botak dari amuk massa, bahkan keduanya dijadikan anak angkat, begitu lengah uang yang disimpannya dibobol juga.

Nilai uang yang dicuri mencapai Rp 500 juta, hasil berjualan Kakao dan tambang emas. “Kejadiannya hari Selasa lalu,” ratap Dava, warga Desa Perbulu, Unit 17, Kecamatan Buru, Maluku, di rumahnya Minggu (29/9).

Dava menduga, kedua pencuri yang juga anak angkatnya itu melarikan diri ke Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Saat kejadian, ungkap Dava, dirinya sedang pergi ke sebuah kios, membeli rokok dan kopi. Melihat Dava pergi, kedua anak angkatnya dengan bermodal linggis langsung membongkar kas penyimpanan uang yang memang dia taruh di kamar.

Begitu pulang, Dava terkejut. Kas penyimpanan uang sudah bobol. Dia pun langsung bergegas mengejar kedua pelaku ke Namlea, ibukota Kabupaten Buru. Dava langsung lapor ke Polres setempat, tapi anehnya polisi di sana justru menyuruh Dava membuat laporan resmi ke Polsek Mako.

“Jarak antara Kota Namlea dengan Mako cukup jauh, jadi saya terpaksa kembali lagi ke Polsek sehingga peluang ini dimanfaatkan tersangka menyewa sebuah speedboat untuk kabur ke Pulau Seram,” sesal Dava kepada Polisi yang entah apa motifnya justru menyuruhnya kembali ke Polsek.

Akibatnya Dava terpaksa berangkat ke Piru untuk melaporkan para tersangka ke Polres setempat, namun sampai saat ini para pelaku belum berhasil ditangkap.

Dava Nurlatu menuturkan, dua tersangka ini awalnya merupakan pekerja tambang emas ilegal di Gunung Botak, tetapi saat terjadi bentrok antar penambang Desember 2012, dirinya melindungi dan menampung mereka di rumahnya sekaligus dijadikan sebagai anak angkat. (Ant)