Pramono Edhie Khawatirkan Fitnah di Media

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Sorong, Sayangi.com – Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo menilai, pemberitaan media memiliki titik strategis dalam stabilitas keamanan suatu negara.

“Jika pemberitaan media itu melulu keributan, kebakaran, demonstrasi, dan berbagai hal tentang kekerasan maka secara tidak sadar Indonesia tidak akan diminati investor,” kata Pramono di Sorong. Dia mengatakan, media memiliki daya untuk mempengaruhi persepsi publik baik yang ada di dalam negeri ataupun luar negeri.

Makanya Pramono Edhie mengharapkan, media lebih berimbang lagi, terutama dalam pemberitaan tentang berita baik mengenai Indonesia. Menurutnya, alam bawah sadar masyarakat akan mengarah pada pesimisme dalam kesehariannya jika media mencekoki publik dengan pemberitaan negatif secara terus-menerus.

“Terkadang, kenyataan dari suatu peristiwa adalah yang ribut hanya lima orang tapi dari ‘angle’ atau sudut pandangnya dirancang sedemikian rupa oleh suatu sehingga pelakunya seperti banyak sekali, beritanya menjadi bombastis,” kata dia.

Menurut mantan KSAD itu, media harus memberitakan kebaikan dan keburukan dengan jujur dan sesuai porsinya. “Media itu adalah penyaji informasi dengan data yang akurat. Fakta dibangun sesuai kenyataan, bukan cerita yang dibuat-buat demi menariknya berita. Dampak berbahaya jika berita diplintir mengarah kepada fitnah dan bisa memprovokasi masyarakat,” katanya.

Media, masih menurutnya, dijadikan barometer informasi oleh banyak pengusaha. Jadi apabila berita yang disampaikan hanya kerusuhan saja maka bisa mematikan unsur investasi. “Keamanan dan ekonomi itu saling berdampingan. Stabilitas keduanya harus seiring tidak bisa ditentukan mana yang lebih utama. Keduanya, akan dan harus menjamin masyarakat agar bisa sejahtera,” katanya.

“Janganlah terlalu suka menjelek-jelekkan diri sendiri karena Indonesia itu juga memiliki berita yang baik meski lebih sering luput dari pandangan media,” ujarnya. (MSR/ANT)