Dalam Islam, Money Politics = Dosa Berjamaah

Foto: Sayangi.com/Emil

Banjarmasin, Sayangi.com – Pengamat politik asal Kalimantan Selatan H. Addy Chairuddin Hanafiah berpendapat, praktik “money politics” atau politik uang di Pemilihan Umum banyak terjadi di Indonesia. Padahal, hal itu sama saja dengan mengajak berbuat dosa secara berjamaah.

“Apalagi kalau Islam menyatakan, baik yang menyuap maupun yang menerima suap, sama-sama berdosa. Sementara politik uang itu sama dengan suap-menyuap atau sogok-menyogok,” ujarnya Senin (30/9). Karena itu, kata mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Selatan itu, masyarakat harusnya prihatin dengan adanya praktik politik uang di Pemilu.

Menurut alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Sospol) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin tersebut, praktik politik uang bukan membuat pemilih menjadi cerdas. “Praktik politik uang itu justru membuat mental dan moral bangsa menjadi rusak. Hal tersebut tak bisa kita biarkan, kalau memang mau menjadi bangsa yang bermartabat,” tuturnya.

“Semua elemen masyarakat, tak terkecuali pimpinan-pimpinan partai politik harus bertanggungjawab menjaga kerusakan mental dan moral generasi bangsa, dengan menghindari praktik politik uang,” lanjutnya. Begitu pula pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan Pemilu hendaknya lebih intens lagi melakukan pengawasan terhadap kemungkinan praktik politik uang tersebut, serta menindak tegas manakala terjadi. (MSR/ANT)