Retribusi Kemahalan, Jokowi Tak Toleran Pada Seniman

Foto: flikr.com

Jakarta, Sayangi.com – Komedian Iwel Sastra menyurati Gubernur DKI Joko Widodo, mohon agar beliau meninjau ulang poin D.f dalam Perda Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Retribusi Daerah. Dalam poin tersebut tertulis, penggunaan Gedung pertunjukan seperti Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki dikenakan biaya restribusi Rp 10.000.000.

Dalam keterangannya kepada Sayangi.com hari ini, Senin (30/9), Iwel menyebut bahwa jumlah ini sangat besar, mengingat seniman masih sangat sulit mendapatkan sponsor dalam menyelenggarakan pertunjukan. Seniman sangat berharap dari hasil penjualan tiket. Tidak banyak pertunjukan yang diadakan bisa mendatangkan penonton dalam jumlah yang besar. Biaya restribusi ini menghambat seniman dalam berkarya.

Sebelumnya, Iwel Sastra yang akan mengadakan pementasan komedi tunggal 23 November mendatang di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki mengirimkan surat permohonan agar dibebaskan retribusi kepada kepada dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta. Namun permohonan Iwel ditolak dengan alasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Pemprov Jakarta dibebankan target pencapaian penerimaan retribusi.

Iwel sendiri mengirimkan surat pembebasan atau keringan restribusi karena hingga sekarang dia belum mendapatkan sponsor untuk pertunjukan tersebut. Persiapan pertunjukan ini hingga sekarang masih menggunakan uang pribadi.

Menurut Iwel, beban target penerimaan retribusi itu sah-sah saja tapi jangan dibebankan target tersebut kepada gedung pertunjukan kesenian. Target itu kan bisa dicapai dari sumber lain. Iwel Sastra berharap Gubernur DKI bersedia meninjau ulang peraturan tersebut, sehingga seniman yang ingin berkarya di Taman Ismail Marzuki maupun gedung pertunjukan kesenian lain bisa tetap berkreasi tanpa harus dibebankan oleh target pendapatan. (MSR)