DPR Aceh Minta Sekretariat KORPRI Dibubarkan

Foto: dpr-aceh.atjehpost.com

Banda Aceh, Sayangi.com – Buntut masuknya anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh Perubahan (APBA P) untuk Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) tanpa sepengetahuan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Komisi A DPRA meminta angar sekretariat KORPRI Aceh dibubarkan dan anggaran yang tercantum dalam APBA P dibatalkan.

Anggaran untuk KORPRI masuk tanpa melalui mekanisme pembahasan pengajuan anggaran. Justru anggota Komisi A DPRA selaku yang bertanggungjawab dalam penganggaran baru mengetahui saat dalam masa sidang paripurna pembahasan APBA P tahun 2013 Senin (30/9/2013).

“Saya kaget tadi, kok ada anggaan untuk KORPRI, atas dasar itu kami meminta kepada pimpinan untuk membatalkan mata anggaran itu dan juga sekretariat KORPRI Aceh dibubarkan saja dan hilangkan saja jejaknya,” kata anggota Komisi A DPRA, Mansur Nur Hakim, Senin (30/9/2013) dalam sidang paripurna.

Ditegaskannya kembali, keberadaan KORPRI tidak membawa dampak positif untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh. Katanya, ada yang lebih mendesak untuk dialokasikan seperti menambahkan dana bantuan rehab-rekon di dataran tinggi Gayo yang baru saja musibah gempa.

“Dana sebesar Rp 6 miliar itu untuk KORPRI itu kan bisa saja dibantu untuk kepentingan seperti pembangunan di Gayo yang baru musibah,” tambahnya.

Menurutnya, ini dana siluman yang masuk diluar prosedur penganggaran. Selama pembahasan APBA murni 2013, mata anggaran itu tidak pernah dimasukkan.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi A DPRA, Tgk Harun. Anggaran untuk KORPRI tidak pernah Komisi A DPRA memasukkan mata anggaran itu. “Kenapa sekarang sudah ada, padahal kami tidak pernah terlibat,” tukas Tgk Harun.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRA, Hasbi Abdullah mengatakan akan mengevaluasi kembali. “Atas masukkannya,  kita akan tampung dan kita akan evaluasi kembali” jawab Hasbi Abdullah singkat. (RH)