Kata Linda Agum, Perempuan Bisa Jadi Tonggak Perekonomian

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar menyatakan, Indonesia mendorong kemajuan perempuan di bidang ekonomi dan politik.

“Indonesia telah berhasil melaksanakan implementasi konkret komitmen bersama negara-negara EFP melalui program pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi dan politik, dengan melibatkan para pemangku kepentingan,” kata Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Senin (30/9).

Linda menyatakan itu saat menjadi Ketua Delegasi RI pada High Level Meeting Equal Futures Partnership (EFP) di New York. Menurut Menteri, komitmen pada EFP tersebut diterapkan pula pada forum tematik dan regional lainnya seperti Konferensi Tingkat Menteri keempat mengenai peran perempuan negara anggota OKI dan Forum Ekonomi Perempuan APEC ketiga di Bali bulan September 2013 yang menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi.

Lebih lanjut dalam pernyataannya, Linda menggarisbawahi kemajuan yang dicapai Indonesia dalam mendorong kerjasama dengan pemangku kepentingan untuk memperluas akses pemberian pinjaman modal/keuangan dan meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi bagi wirausaha perempuan dalam menembus pasar domestik dan internasional.

“Semakin tingginya aksesibilitas kaum perempuan pada penggunaan internet, maka akan berdampak langsung secara signifikan pada proses kerja mereka. Hal ini memungkinkan peluang yang lebih luas lagi bagi perempuan untuk terlibat dalam karya-karya yang lebih produktif dengan cara yang lebih sederhana dan efektif,” katanya.

Di sektor politik, Indonesia juga telah melaksanakan pemajuan kesetaraan gender dan pengambilan keputusan dalam rangka persiapan menjelang Pemilu Indonesia 2014.

Beberapa kegiatan yang dilakukan Indonesia, antara lain, pengembangan kapasitas, pembentukan forum partai politik perempuan, perencanaan program nasional untuk pengarusutamaan gender, pengembangan kapasitas bagi anggota legislatif yang terpilih pada Pemilu 2014 dan fasilitasi penyediaan data yang terpilah menurut gender dalam pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang. (MSR/ANT)