Putusan MA Soal Bank Mutiara Inkrach, KPK Pun Diminta Patuh

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Kuasa Hukum Robert Tantular, Andi Simangunsong, menilai pihak Bank Mutiara tidak harus membayar uang kepada nasabah antaboga dengan alasan putusan MA itu sudah inkrach.

“Kalau pendapat kami memang seharusnya bukan Bank Mutiara yang bertanggung jawab atas Antaboga, tapi kan mereka harus mengikuti putusan pengadilan yang sudah inkrach,” ujar Andi di Gedung KPK, Jakarta, Senin, (30/9/2013).

Dengan putusan sudah Inkrach, maka Andi berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati keputusan tersebut.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, itu wajib dipatuhi oleh siapa pun juga, baik itu Bank Mutiara atau pun KPK sendiri,” lanjutnya.

Sebelumnya Timwas Century meminta Direksi PT Bank Mutiara Tbk (eks Bank Century) untuk segera membayar dana nasabah Antaboga Delta Sekuritas sesuai keputusan Mahkamah Agung. Bank Mutiara diminta mematuhi proses hukum dan segera menggelontorkan dana internal untuk mengganti dana nasabah yang mencapai Rp 41 miliar.

Kesimpulan tersebut lahir dari desakan bertubi-tubi yang dilayangkan para anggota Timwas secara bergantian kepada Dirut Bank Mutiara untuk segera menyusun skema pembayaran dana nasabah yang terkatung-katung selama hampir 5 tahun.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, pada 13 Desember 2010 mengabulkan gugatan perdata yang diajukan 27 nasabah reksanada PT Antaboga Delta Sekuritas terhadap Bank Century (Bank Mutiara). Hakim menilai Bank Century melanggar UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sebagai konsekuensi dari putusan tersebut, pengadilan mewajibkan kepada tergugat untuk membayar kepada penggugat sebesar lebih dari Rp 41 miliar, dengan perincian uang pembelian reksadana sebesar Rp 35,437 miliar dan uang ganti rugi sebesar Rp 5,6 miliar.

Atas keputusan tersebut, pihak tergugat langsung menyatakan banding. Namun sidang banding di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah juga memenangkan gugatan nasabah. Masih tidak terima, Bank Mutiara lalu mengajukan kasasi, namun kandas juga. (MI)