Kadin Versi Oesman Sapta Disebut Hanya Lelucon

Foto: sayangi.com/istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Konflik di tubuh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) belum kunjung mereda. Konflik ini pun telah melahirkan dualisme kepengurusan di tubuh Kadin, yakni Kadin versi Oesman Sapta dengan Ketua Umum Rizal Ramli dan Kadin versi Suryo Bambang Sulisto.

Namun ada pihak yang masih belum setuju dengan Kadin Versi Oesman Sapta ini. Di antaranya adalah Indonesia Economic Development Institute (IEDS).

Peneliti IEDS, Musyafaur Rahman memastikan dualisme kepengurusan yang saat ini muncul di organisasi Kadin ini tidak akan berdampak apapun bagi perekonomian di negeri ini. Hanya saja ia menyayangkan karena perpecahan ini terjadi di saat ekonomi Indonesia tengah terpuruk.

“Munculnya Munaslub KADIN versi Osman Sapta Odang yang memunculkan Rizal Ramli sebagai Ketua Umum sebaiknya hanya kita tempatkan sebagai sebuah lelucon yang tidak lucu mengingat hal itu berlangsung di tengah kondisi perekonomian di Republik ini yang tidak kunjung membaik,” kata Musyafaur dalam siaran pers yang diterima Sayangi.com, Senin (30/9/2013).

Secara organisasi kata dia, menempatkan seorang yang bukan pengusaha di posisi Ketua Umum perkumpulan pengusaha itu menyalahi aturan sesuai dengan AD/ART Kadin. Oleh karenanya, ia menilai upaya kudeta yang dimotori Oesman Sapta ini justru akan seperti yang terjadi di tubuh HKTI, meski akhir cerita di Kadin ini belum diketahui.

Kendati demikian, ia juga mengkritik Kadin versi Suryo Bambang yang memilih berseteru di tengah kondisi perekonomian saat ini.

“Kedua Kadin yang pecah ini diyakini tidak akan memberikan perubahan signifikan bagi arah kebijakan ekonomi negeri ini yang sedang menukik tajam,” jelas dia.

“Sebagai wadah para pengusaha negeri ini yang notabene pemilik dan pengelola kapital cukup besar di Tanah Air, gebrakan dan positioning mereka terhadap ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan dan energi, serta swasembada di segala bidang nampak masih samar-samar dan sangat tidak nyata dirasakan oleh masyarakat.”