JPW Sesalkan Ada Polisi Terlibat Kejahatan

Foto : Sayangi.com/doc

Gunung Kidul, Sayangi.com – Kepolisian Resor Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diminta agar bersikap transparan dalam mengungkap kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal, dan kasus pencurian yang melibatkan anggota kepolisian, Bripka SDR.

Aktifis Jogja Police Watch (JPW) Baharudin Kamba di Gunung Kidul, Senin, menyayangkan kasus kejahatan yang melibatkan anggota kepolisian masih saja terjadi.

“Masih ada oknum anggota polisi yang merusak citra kepolisian, seharusnya kepolisian berani bertindak. Kami minta Polres Gunung Kidul untuk transparan,” katanya.

Ia menilai masih adanya oknum polisi yang melakukan tindakan kriminal, karena belum adanya efek jera yang ditimbulkan dari sanksi yang diterima pelaku.

“Sudah banyak catatan kriminal, namun tidak ada efek jeranya, ini berarti di tingkat pimpinan dalam penegakan hukum masih lemah,” kata dia.

Baharudin mencatat ada berbagai kasus yang sampai sekarang tidak ada kejelasan pengusutannya. Dia mencontohkan kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oknum polisi, sekitar setahun lalu, yang menyebabkan korban Reza meninggal dunia. Sampai sekarang, kasus ini tidak ada kelanjutannya. “Jika tidak ada proses hukumnya, masyarakat bisa kecewa,” katanya.

Ia mengatakan kasus kriminal yang dilakukan Bripka SDR (Sudari) yang mencuri, dan membawa senjata api ilegal tidak semestinya ditutupi. “Seharusnya polisi terbuka saja, karena sudah ada saksi,” kata dia.

JPW berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga selesai. “Jika ada korban atau warga yang menemukan kejanggalan dalam kasus ini, segera melaporkan ke Polda DIY. Kami siap mengawal dan mengawasi,” katanya.

Sebelumnya, Kapolres Gunung Kidul AKBP Faried Zulkarnaen mengakui salah satu oknum anggota polisi terlibat pencurian dan kepemilikan senjata api yang diduga ilegal, yaitu jenis Revolver beserta 50 butir peluru kaliber 38 milimeter, meski sebelumnya sempat menyangkal jika Sudari adalah anggota polisi.

“Untuk mengetahui pistol tersebut rakitan atau organik, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik,” kata Faried. (Ant)