Akil Muchtar Kesal, KPU Sumsel Bilang Hanya Curhat

Foto: akilmochtar.com

Jakarta, Sayangi.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan Divisi Bidang Hukum, Chandra Puspa Mirza mengatakan kemarahan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK), Akil Muchtar hanya merupakan bentuk curhatan hakim.

Pernyataan ini merupakan tanggapan atas kekesalan Akil Muchtar terhadap tindakan KPU Sumsel yang menggabungkan  hail Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan non PSU Pilkada Sumsel ketika pembukaan sidang tentang PSU Pilkada Sumatera Selatan. Dalam Sidang ini Akil juga mempermasalahkan ketidak hadiran KPU Pusat.

Pihak KPU Sumsel tidak merasa bersalah atas tindakan tersebut.

“Semuanya benar, tidak ada yang salah, kalaupun kami dianggap salah karena menggabungkan suara PSU dan non PSU itu hanya bentuk kekecewaan MK akibat banyaknya komentar perkembangan politik dari pakar pakar yang seolah menyudutkan pihak MK dan memonopoli kebenaran sedangkan kami melakukan penggabungan jelas karena kami bekerja sesuai standarisasi KPU dan profesional,” kata Chandra usai melaksanakan sidang Pilkada Sumsel.

Dilanjutkan Chandra, sidang akan dilanjutkan besok dengan menghadirkan pihak terlapor dan pelapor untuk menyampaikan segala bentuk pelanggaran berikut dengan alat buktinya saat pelaksanaan PSU.

“Besok Sidang dengan agenda menyampaikan bentuk pelanggaran paling lambat pukul 13.00 WIB,” ucap Chandra.

Terakhir beliau menuturkan pihak KPU Sumsel akan menerima apa yang nantinya akan menjadi putusan MK serta menghimbau agar pernyataan dirinya ini jangan menjadi polemik di kalangan masyarakat.” Pada dasarnya jika kami tidak menyampaikan hasil keseluruhan itu artinya kami tidak profesional meskipun memang dalam amar putusan MK hanya melakukan PSU dan menyampaikan hasil PSU itu sendiri,” pungkasnya. (VAL)