Aliansi BEM Desak KPK Tangkap Boediono dan Sri Mulyani

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Ratusan Massa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia melakukan unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ratusan massa tersebut menuntut agar Ketua KPK, Abraham Samad, segera mengusut tuntas kasus korupsi Bank Century dengan menangkap mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan Sri Mulyani Indrawati, eks Kepala KSSK terkait dana talangan Bank Century senilai Rp6,7 triliun.

“Menuntut janji Abraham Samad untuk menyelesaikan mega skandal Bank Century Rp6,7 T,” ujar salah satu orator di depan KPK, Jakarta, Senin (30/9/2013).

Mereka pun mendesak orang nomor wahid di lembaga anti-rasuah itu untuk secepatnya menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

“Boediono dan Sri Mulyani bertanggung-jawab kasus ‘bailout’ Bank Century, mereka masih bebas berkeliaran di luar sana,” tandas mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang itu.

Namun, apabila KPK tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut, Aliansi BEM seluruh Indonesia meminta Abraham untuk mundur dari kedudukannya.

“Jika tidak menyelesaikan kasus Century, Abraham Samad sebaiknya mundur dari jabatanannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Sri Mulyani dan Boediono diduga sebagai pihak yang bertanggungjawab saat menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dan harus mendapatkan dana talangan sebesar Rp6,7 triliun.

Hal itu terungkap saat rapat KSSK (komite stabilitas sistem keuangan) yang berlangsung di Departemen Keuangan yang dihadiri Raden Pardede, sekretaris KSSK. Sidang itulah yang memutuskan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik dan menetapkan penanganan Bank Century kepada Lembaga Penjamin Simpanan. Sementara Perppu 4/2008 menjadi landasan hukum bagi keputusan KSSK dalam mem-bailout Bank Century. (VAL)