Jelang Pilpres, PPP Gagas Koalisi Parpol Berbasis Islam

Foto: dpr.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Menjelang Pemilu Presiden 2014, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggagas koalisi partai politik berbasis Islam. Gagasan ini diambil dengan cara memperkuat hubungan silaturrahim di antara sesama parpol Islam.

“Mengingat kebutuhan koalisi dalam rangka persyaratan pencalonan Presiden 2014, majelis-majelis bersepakat agar DPP PPP mengambil prakarsa untuk mengintensifkan silaturrahmi di antara sesama partai politik berbasis Islam, sebagai upaya mengedepankan perjuangan berbasis moral sebagai common ground perjuangan partai politik,” kata Ketua DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz dalam keterangan tertulisnya kepada Sayangi.com, Senin (30/9/2013).

Hal ini kata Irgan merupakan hasil Rapat Konsultasi Pengurus Harian, Pimpinan Majelis Syariah, Pimpinan Majelis Pertimbangan, dan Pimpinan Majelis Pakar, DPP PPP, Senin (30/9/2013) siang. Acara yang digelar di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini dipimpin Ketua Majelis Syariah DPP PPP yang juga Pengasuh PP Al-Anwar, Sarang, Rembang, KH Maimoen Zubair.

Selain menghasilkan keputusan mengenai perlunya berkoalisi di antara Parpol Islam, rapat konsultasi ini juga menghasilkan tiga keputusan lain.

Ketiga keputusan tersebut adalah Majelis-majelis menangkap dan memahami aspirasi daerah dan menakar konstelasi politik PPP di pentas nasional atas perlunya pencalonan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sebagai Calon Presiden dalam Pilpres 2014 guna menopang perjuangan elektoral Pemilu Legislatif. Untuk itu Majelis-majelis akan mengkonsolidasikan seluruh kekuatan internalnya untuk mengambil keputusan tentang hal tersebut pada kesempatan terdekat.

Sementara dua keputusan lainnya, majelis-majelis meminta DPP untuk segera menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi setelah muktamar untuk memutuskan pencapresan PPP.

“Majelis-majelis juga meminta seluruh jajaran partai untuk kompak berada dalam satu barisan dalam mensukseskan pencapresan PPP ke depan.”