Gempari Desak KPK Periksa Dirut Garuda Indonesia

Foto: Wikipedia

Jakarta, Sayangi.com – Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (Gempari) dalam siaran persnya (30/9) malam kepada Sayangi.com mendesak KPK agar segera memeriksa Emirsyah Satar selaku Dirut PT. Garuda Indonesia yang terindikasi terlibat dalam proses restrukrisasi kredit pada 2001 hingga 2004 dengan PT. Bank BNI. Diduga tindakan ini merugikan Negara miliaran rupiah.

Menurut siaran pers yang ditandatangani oleh Alfian Ramadhan selaku Koordintator Lapangan Gempari, pada kurun waktu antara 2001 hingga 2004 telah terjadi tindak pidana korupsi ditubuh maskapai penerbangan milik Pemerintah, yang sampai sejauh ini belum ditelusuri maupun didalami oleh pihak penegak hukum.

Penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan Negara sekitar 3.3 Miliar tersebut dalam kasus Restrukturisasi Kredit PT. Garuda Indonesia dengan PT. Bank BNI senilai lebih Rp. 270 Miliar.

Emirsyah Satar yang ketika itu menjabat sebagai Dirut Keuangan PT. Garuda Indonesia telah melakukan perjanjian dibawah tangan dan diduga memperkaya diri sendiri dengan selisih dua persen setiap bulannya dari total kredit Rp. 270 Miliar lebih atau rata-rata senilai Rp. 1, 350 Miliar.

Logikanya, sebagai Dirut Keuangan saat itu sudah seharusnya meminta bunga yang paling rendah kepada PT. Bank BNI atas restrukturisasi kredit tersebut. Tetapi malah sebaliknya, malah meminta bunga yang paling tinggi. Hal ini, menurut dugaan, telah terjadi kongkalikong antara Emirsyah Satar selaku Dirut Keuangan PT. Garuda Indonesia pada saat itu dengan oknum PT. Bank BNI.

Oleh karena itu, kepada lembaga penegak hukum, khususnya KPK agar segera melakukan pemeriksaan dan investigasi dalam kasus tersebut.

Gempari juga berharap agar pihak berwenang membersihkan PT. Garuda Indonesia Dari Sarang Penyamun

Selain itu, Gempari menghimbau Presiden dan Menteri BUMN agar segera memecat Dirut PT. Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. (VAL)