Awas, Bibit Baru Komunisme ….

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Pengamat politik yang juga Ketua Pusat Studi Pancasila di Universitas Pancasila Yudi Latif menyatakan, masyarakat Indonesia harus mengubah nilai-nilai nasionalisme yang negatif.

“Nasionalisme negatif harus diubah, dalam hal ini yang artinya melawan,” katanya di Jakarta, Selasa (1/10), menanggapi peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Yudi menambahkan, nasionalisme yang harus dikembangkan adalah nasionalisme progresif atau yang bersifat lebih positif.

Maksudnya, rasa nasionalisme itu dikembangkan dengan kemampuan bangsa untuk mengolah karunia yang dimiliki negeri ini, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. “Kita punya banyak potensi, kenapa tidak kita olah untuk membesarkan bangsa ini. Sudah bukan zamannya lagi mencari musuh,” kata Yudi.

Menurut Yudi, dalam mengolah potensi yang dimiliki oleh Indonesia tersebut, Pancasila akan menjadi dasar dan arahan agar kategori ide yang muncul tetap memiliki semangat Indonesia. Terkait dengan paham komunisme, Yudi mengimbau agar bangsa Indonesia dapat mengantisipasi munculnya bibit baru komunisme.

“Meskipun komunisme lama sudah runtuh, kita tetap harus antisipasi munculnya bibit baru komunisme,” tegas dia. Yudi menjelaskan, bibit baru komunisme bisa mendapatkan kesuburannya bila nilai-nilai Pancasila tidak dijalankan dengan semestinya. “Oleh sebab itu, sejak dari lingkup terkecil yaitu keluarga, Pancasila sudah harus diajarkan dan dibina,” pungkas Yudi. (MSR/ANT)