Cukang Taneuh, Pesona Green Canyon Indonesia

Foto: wattpad.com

Ciamis, Sayangi.com – Fakta menariknya, ternyata Pangandaran tak hanya menawarkan anda keindahan pantai Pangandaran itu sendiri, beberapa mutiara alam nan cantik tersembunyi di sekitar kawasan tersebut. Green Canyon adalah salah satu ikon penting yang menjulang di daftar itinerari wajib para wisatawan yang bertandang ke Indonesia.

Tak perlu jauh-jauh terbang ke negeri Paman Syam, Negeri dengan seribu kepulauan ini juga memiliki Grand Canyon yang tak kalah cantiknya. Indonesia menyematkan nama Green Canyon untuk si objek wisata yang memiliki nama asli Cukang Taneuh ini. Berawal dari sebuah jembatan tanah yang meghubungkan dua lembah kawasan tersebut, si Cukang Taneuh sukses meraih nama besarnya di daftar objek pariwisata terhebat di Jawa Barat.

Objek wisata yang sempat dipopulerkan oleh warga Perancis sebagai Green Canyon ini terletak disekitar 31 km dari Pangandaran, tepatnya di desa Kertayasa, kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Pesona keindahan stalaktit dan stalakmit yang menghias disepanjang gua yang mengapit aliran sungai Cijulang inilah yang disinyalir sebagai mutiara pengikat bagi alam Indonesia dengan wisatawan mancanegara.

Tak hanya cantik, lukisan alam yang satu ini menjadi daya pikat ekstrim bagi para pengunjung untuk menelusuri bebatuan dan pepohonan yang merimbun di sekitar sungai yang diapit dua bukit ini. Tak heran, selain hanya berenang dan menjenguk pesonanya, Body Rafting menjadi petualangan menakjubkan sebagai akses menelusuri keindahan Green canyon yang masih liar dengan bebatuan dan arus yang cukup besar. Sepaket sampan dayung atau sampan tempel dari dermaga Ciseureh pun menjadi akses utama untuk hinggap di mulut gua Green Canyon.

Sepanjang dayung dikayuh selama 20 menit, anda disuguhi geleparan air sungai dengan warna hijau tosca yang alami. Tikungan demi tikungan gemercik air, dirimbuni rimba pepohonan serta primata air sungai. Sampan akan berhenti ketika sudah tak ada lagi celah untuk melanjutkan kayuhan. Disini petualangan anda dimulai. Mengayuh kaki anda untuk lebih jauh ke kawasan yang lebih tinggi, merayap di pinggiran tebing atau berkelahi dengan arus sama-sama memiliki sensasi yang menakjubkan.

Spot pertama, uji nyali anda untuk melompat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5 meter dari permukaan air sungai. Hujani tebing tegak ini dengan teriakan-teriakan bebas anda. Ingin yang lebih menantang lagi? Semi Body Rafting dapat anda lakukan dengan melanjutkan perjalanan ke Gua Puteri atau Gua Bau yang bisa ditempuh sekitar 45 menit.

Anda bisa menyusuri arus sungai yang makin deras, meniti tepakan langkah di bebatuan dan karang yang mulai menutup akses berenang, tetapi keindahan beberapa air terjun Palatar pun akan mengibas rasa takut dan lelah anda menjadi rasa takjub. Untuk kenyamanan dan kepuasan anda berkunjung ke Green Canyon, akan lebih baik anda memperhatikan musim yang sedang berlaku disana, musim kemarau adalah waktu yang tepat untuk menikmati keindahan Green Canyon. (FIT)