Mendaki Rinjani, Surganya Para Pendaki

Foto: Tri Harningsih

Lombok, Sayangi.com – Dalam bahasa Sasak, Rinjani berarti “tinggi”, diambil dari nama Dewi Anjani, si penguasa alam gaib Gunung setinggi 3.726 Mdpl ini. Kawasan yang diresmikan sejak tahun 1997 ini meliputi areal inti seluas 41.330 hektar dengan 51,500 hektar hutan lindung didalamnya. Mendapat predikat sebagai gunung tertinggi ke-3 di Indonesia.

Terdapat 3 pilihan rute pendakian di Gunung Rinjani, diantaranya ada dari arah Timur ke Barat yaitu rute Sembalun ke Senaru, dari arah sebaliknya ada rute Senaru ke Sembalun, yang ketiga ada dari arah Utara ke Barat yaitu Jalur Torean ke Senaru.

Hembusan udara segar, puluhan bukit hijau yang membentang, dibelah ladang-ladang jagung para penduduk desa hingga riuh peternakan ayam desa menyambut kedatangan Sayangi.com sore itu di Sembalun. Sebelum memasuki jalur pendakian, pengunjung diharuskan mengurus perizinan ke Poswindu. Para jagawana Rinjani akan memberikan beberapa penjelasan hingga menawarkan jasa guide dan porter. Tiket masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani berkisar Rp. 2500 untuk WNI, dan 10x lipatnya untuk WNA.

Selepas pos 1 dan2 jalur pendakian mulai terasa, apalagi selepas pos 3, jalurnya kian mematikan energi anda. Orang menamakannya jalur 9 bukit penderitaan atau 7 bukit penyesalan. Jangan tanya sulit medannya, jalan setapak dengan kemiringan 90 derajat, dengan kanan kiri semua jurang, medannya penuh debu, kerikil yang licin. Setelah tujuh jam pendakian, kami tiba di area perkemahan Pelawangan Sembalun, ini camp terakhir sebelum pendakian menuju puncak.

Pelawangan Sembalun (2639 mdpl) sejatinya adalah sebuah pertigaan, antara pos terakhir menuju puncak Rinjani, atau arah turun menuju Segara Anak (danau kawah Rinjani. Red). Kawasan ini dipenuhi habitat hutan cemara gunung, dan Edelweis. Letaknya yang berada persis dilereng penyangga Segara Anakan, membuat kita dapat sepuasnya menikmati keeksotisan danau raksasa yang terbentuk akibat letusan dramatis sang Gunung Rinjani, juga gunung muda yang disebut Gunung Baru Jari.

Untuk melakukan Summit Attack alias mendapatkan moment Sunrise di puncaknya, pendaki harus rela bangun tengah malam atau menjelang fajar untuk melakukan pendakian menuju gigir tebing puncak Rinjani. Waktu tempuhnya berkisar 3 hingga 4 jam tergantung kecepatan si pendaki. Setelah pungungan kaldera gunung ini, medan di kemiringan 90 derajat makin sulit di terjang, pasalnya pasir dan kerikil besar membuat 1 langkah anda mundur setengah langkah.

Matahari mulai menyingsing diatas Rinjani, ditengah-tengah medan bermargin safety pas-pasan itu, diantara putus asa dan semangat yang berkobar, mata kami terbuka lebar. Melihat keindahan yang ternyata tengah mengelilingi kami, inilah yang sering disebut surga oleh para pendaki.

Pemandangan menakjubkan kini ada didepan mata, seluruh kepulauan Lombok hingga Bali terlihat disini, beberapa gunung yang ada di Jawa dan Bali seperti Semeru, Bromo, Ijen, dan Gunung Agung pun sering kali nampak jelas dari puncak ini. Dari sini, eksotika Danau Raksasa Segara Anakan juga dapat anda nikmati sepuasnya sebagai petikan lautan, air nya yang berwarna toska akan membuat anda terbuai sesuatu. Saat matahari kian meninggi, pendaki akan mulai turun, ada dua pilihan jalur, kembali ke jalur Sembalun atau menuju ke destinasi selanjutnya, yaitu Danau Segara Anakan, sebelum menuju jalur Senaru untuk menyelesaikan pendakian. Keindahan hingga kemisteriusan Danau Segara Anakan akan kami ulas di cerita selanjutnya.