Danau Segara Anakan, Kemisteriusan Alam Rinjani

Foto: Sayangi.com/Tri Harningsih

Lombok, Sayangi.com – Taman Nasional Gunung Rinjani memang memukau pendaki untuk menjelajahinya. Banyak spot penting dan super indah, selain puncaknya. Setelah sukses mencium kerikil puncak Rinjani, tim Sayangi.com meneruskan destinasi menarik lainnya yaitu Danau Segara Anakan. Spot paling dinanti pendaki setelah muncak ini memiliki keindahan dan keunikannya tersendiri.

Dari jutaan kerikil dan pasir serta tanah merah vulkanik di turunan terjal setelah puncak, kami kembali ke jalur Pelawangan Sembalun. Habitat Edelweis, si bunga abadi itu bertebaran dikawasan ini. Dari bilangan Pelawangan Sembalun kami mulai menyusup ke jalur Segara Anakan. Lagi-lagi cedera lutut saya kumat karena medannya adalah turunan terjal, dengan batu-batu besar dan cadas. Perjalanan yang seharusnya 3 jam jadi dua kali lipatnya. Menjelang sore kami disambut kemilau danau berwarna toska itu.

Selain pesona dan keindahan alamnya, masyarakat sekitar meyakini danau Segara Anak memiliki serentet petuah beraroma ghaib, kawasan ini dipercaya sebagai tempat bermukimnya para jin penghuni Gunung Rinjani. Bagi orang Sasak, danau ini dianggap sebagai tempat salkral dan sering digunakan untuk tempat ritual suci Wettu Telu, yaitu sejenis kepercayaan sinkretisme antara Islam dan Hindu.

Rasa kesat akibat percampuran air tawar dan belerang ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Tak heran banyak bule-bule yang “nyemplung” di danau ini tanpa rasa risih sedikitpun. Meski kekayaan danau ini sering dieksplotasi oleh masyarakat, tetapi untungnya kearifan budaya lokal yang tumbuh, menjadi sumber penjaga kuat kealamian kawasan ini, bahkan setiap seminggu atau dua minggu sekali ada petugas kebersihan yang akan membersihkan kawasan ini dari sampah.

Jika anda hobi mancing, disini pasti jadi tempat favorit anda, terkadang tidak perlu pancingan, dengan gaya Sasak, alias pakai kayu atau bambu runcing saja bisa jadi senjata yang cukup ampuh buat mendapatkan ikan-ikan seperti mujair, harper, atau ikan mas.

Selain danau, Gunung Baru Jari adalah pemandangan paling eksotis disini, gunung muda itu merupakan pusar dari gunung Rinjani, yang terbentuk dari abu dan batu vulkanik saat letusan Gunung tersebut. Tetapi perlu dicatat, Gunung Baru Jari adalah Gunung Berapi Aktif, anda harus waspada dengan rutinitasnya yang masih mengeluakan uap dan gas, terkadanag saat malam, gunung ini bahkan masih mempertontonkan percikan api yang disertai gemuruh.

Akibat lava yang ada diperut gunung muda ini, mengakibatkan sebuah aliran danau dalam bentuk mata air panas, ini dia spot paling dinanti wisatawan, letaknya tak jauh dari danau dan sumber mata air, sambil melemaskan otot dengan air hangat ini, anda bisa menikmati pemandangan alam sekitar yang terdiri dari sederetan air terjun cantik dan bertingkat-tingkat, anda bisa pilih mau mandi di air dingin atau air hangat, tak tanggung-tanggung, spot pemandian air panasnya ada dua tingkat, mandi di air belerang ini juga dipercaya dapat menguatkan tulang dan membuat awet muda.

Jika sudah saatnya anda kembali keperadaban, kenakan ransel/carrier anda menuju jalur pulang, yaitu melalui Senaru. Sama seperti Sembalun, Senaru pun memiliki camp yang disebut Pelawangan. Jalur menuju Pelawangan Senaru cukup membuat dag-dig-dug, di beberapa spot, anda harus melakukan climbing ringan di bebatuan besar dan cadas. Jangan panik, jalurnya sudah dilengkapi dengan tali pengaman untuk anda pegang kuat-kuat. (FIT)