Surat untuk Megawati: Usut Effendi Simbolon Sebagai Mafia Migas

Foto: sayangi.com/doc

Jakarta, Sayangi.com – Ratusan massa menggelar aksi di Gedung KPK dan Kantor PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2013). Mereka melayangkan surat terbuka untuk Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Surat ini terkait nama kader PDIP Effendi Simbolon yang dituding sebagai mafia minyak dan gas (migas).

Demonstran yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (Gempari) ini bukan tanpa alasan menyebut Effendi sebagai mafia migas. Mereka mengacu pada keberadaan Effendi yang menjadi fasilitator menangnya tender PT Parna Raya.

“Anehnya (kemenangan itu) melalui tekanan politik yang mengatasnamakan partai politik. Ini menimbulkan spekulasi dan dugaan bahwa partai tersebut adalah PDIP mengingat Effendi Simbolon adalah petinggi partai PDIP,” kata Ketua Umum Gempari, Alfian Ramadhani, dalam orasinya.

Menurutnya, kronologi terkuaknya keterlibatan Effendi sebagai mafia migas seiring tertangkapnya mantan Kepala SKK MIGAS Rudi Rubiandini dalam kasus suap yang melibatkan Dirut PT. Surya Parna Niaga, Artha Meris Simbolon yang di kenal sebagai orang dekat Effendi Simbolon.

Keberadaan PT. Surya Parna Niaga dalam kancah bisnis migas kata dia, terbilang baru, apalagi dengan infrastruktur yang tidak lengkap untuk mendapatkan proyek di sektor migas. Namun dengan kesaktian Effendi Simbolon, perusahaan tersebut bisa mendapatkan proyek bahkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Ia mencontohkan pada 2012 dan 2013 harga jual Gas Hussky terhadap tiga perusahaan PT PGN seharga USD 5,8/MMBTU, untuk PT Inti Alasindo seharga USD 5,8/MMBTU, dan PT Parna Raya seharga USD 5,2/MMBTU lebih murah dari dua perusahaan sebelumnya.

Dengan Selisih USD 0,60/MMBTU dan volume penjualan 40 MMBTU untuk PT Parna Karya menyebabkan potensi kerugian negara sebesar USD 8,64 Juta per tahun untuk proyeksi kontrak selama 15 tahun, sehingga totalnya mencapai Rp1,5 triliun.

Oleh karenanya, ia meminta Ketua Umum Megawati agar mengklarifikasi pemberitaan media bahwa PDIP tidak pernah memerintahkan Effendi Simbolon menjual-jual nama Partai untuk memenangkan tender.

Alfian juga meminta agar Megawati meminta KPK memproses dugaan keterlibatan Effendi Simbolon sebagai mafia migas. Hal ini kata dia, agar PDI P tetap menjadi partai yang bersih.

“Ketua Umum PDIP juga harus segera memecat Effendi Simbolon sebagai pengurus dan anggota DPR RI dari PDIP karena telah mencemarkan nama baik Partai,” pintanya, tegas.