Jimly Minta Akil Mochtar Dihukum Mati

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Kasus suap sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar membuat berang dua mantan Ketua MK, Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie.  

Di akun Twitternya, Mahfud MD tanpa tedeng aling-aling menyatakan, “Sekarang sudah tinggal KPK yang secara institusional bisa dipercaya. MK sudah jatuh terjerembab dan hancur. Rakyat harus bangkit menghancurkan koruptor. Saya pun ingin bilang, sekarang Mahkamah Konstitusi dibubarkan saja. Tapi saya tak bisa berkata itu karena adanya MK itu perintah Konstitusi. Saya sampai tak bisa tidur semalaman,” kicau Mahfud MD.

Mahfud juga tak takut jika kelak Akil membawa-bawa namanya di depan KPK. “Saya tantang 1.000% untuk mengaitkan saya,” tandasnya, menjawab tweet seorang follower yang bertanya, “Apa MMD tidak deg-degan (jika kelak namanya) dikait-kaitkan oleh Akil Mohhtar?”

Soal hukuman apa yang pas untuk Akil, jika yang bersangkutan resmi ditetapkan KPK jadi tersangka, Mahfud  bilang, “Saya tetap yakin lebih dari 90% bahwa kalau sudah tertangkap tangan oleh KPK, sebaiknya (Pak Akil) mengakui saja, karena KPK pasti punya bukti yang siap dibeber. Inginnya Saya tak percaya Pak Akil Mochtar tertangkap KPK. Tapi ternyata itu nyata. ‘Tak percaya tapi nyata’, seperti petikan lagu ‘Bing’.”

Hal itu ditegaskan kembali oleh Mahfud di depan para wartawan, siang ini, Kamis (3/10). Menurut dia, hukuman terberat patut dijatuhkan kepada Akil. “Saya mengusulkan Pak Akil mengundurkan diri saja dari MK tanpa menunggu proses hukum.”  

Hal serupa dinyatakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. Di hadapan wartawan, siang ini Jimly mengaku kecewa pada perilaku Akil Mochtar. Jimly beropini, Akil telah menodai kesucian Mahkamah Konstitusi, meski Jimly juga minta publik tidak menyamaratakan kelakuan para hakim di Indonesia. “Orang-orang bejat ada di mana-mana. Kita jangan generalisir pada semua hakim,” kata Jimly.

Tentang Akil, kata Jimly: “Dia ini pejabat tertinggi, apalagi di bidang hukum, yang terlibat korupsi di rumah jabatan. Maka pantas dihukum mati,” seraya menambahkan, “Saya sedih menyaksikan anak-anak bangsa kita sudah begitu melampaui batas. Semoga semua hakim dan karyawan MK bisa tegar menghadapi bencana ini,” tutupnya. (MSR)