Soal Penangkapan Akil Mochtar, SBY Dukung KPK

Foto: Dok. Sayangi.Com

Jakarta,Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkejut atas tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar tadi malam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Presiden meminta semua pihak melihat kasus ini sebagai kasus hukum, dan jangan dicampuradukkan dengan politik.

“Ini sangat mengejutkan. Saya juga merasakan kemarahan dan keterkejutan seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa tadi malam. Apalagi MK adalah lembaga penting dan perannya yang juga sangat besar dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara kita ke depan,” kata Presiden SBY dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, usai menerima delegasi Bank Pembangunan Asia atau ADB, Kamis (3/10) pukul 10.45 WIB.

Persoalan yang menjerat Akil Mochtar ini adalah kasus hukum, dan hukum harus ditegakkan. “Jangan dicampuradukkan dengan politik. Kalau ada seseorang diberikan tindakan karena hukum, jangan dibawa ke politik. Ini tidak mendidik dan akan merusak kejernihan berpikir kita dan seluruh rakyat Indonesia,” SBY menegaskan.

Presiden menjelaskan ada dua alasan penting mengapa perlu menyampaikan keterangan khusus terkait kasus ini. Pertama, ini merupakan kasus hukum yang menyangkut lembaga negara. Kedua, isu ini berkaitan dengan kehidupan demokrasi Indonesia.

“Pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah berkaitan dengan suara rakyat, yang hakikatnya adalah demokrasi yang ke depan ini akan terus kita tingkatkan,” Presiden SBY menjelaskan.

Secara khusus, Kepala Negara juga mengucapkan terima kasih kepada KPK. Presiden mengajak KPK dan lembaga penegak hukum lainnya untuk terus mencegah dan memberantas korupsi. “Saya dukung penuh. Hanya dengan demikian negara kita akan semakin bersih,” SBY menandaskan.

Seperti diberitakan di media massa, Rabu (2/10) malam, KPK menangkap Ketua MK Akil Mochtar dalam operasi tangkap tangan, dengan bukti sejumlah uang dalam dolar Singapura senilai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. Akil ditangkap bersama seorang anggota DPR berinisial CN dan seorang lagi, di rumah dinas Akil di kompleks perumahan pejabat negara di Widya Chandra, Jakarta Selatan. KPK juga menangkap dua orang lainnya, salah satunya diduga kepala daerah di Kalteng, di sebuah hotel di Jakarta Pusat.

Saat menyampaikan keterangan persnya, Presiden didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. (presidenri.go.id)