Investasi AS Terbesar di Indonesia

Foto: wordpress.com

Jakarta, Sayangi.com – Analisis Lembaga Penelitian Kebijakan Publik Paramadina menunjukkan, investasi Amerika Serikat berupa investasi asing langsung (FDI) di Indonesia antara 2004-2012 mencapai 65 miliar dolar.

Jumlah itu jauh lebih besar dari yang tercantum dalam data resmi, sehingga Amerika Serikat boleh disebut sebagai investor terbesar di Indonesia selama jangka waktu tersebut.

Managing Director Lembaga Penelitian Kebijakan Publik Paramadina, Wijayanto mengatakan, kajian tersebut menunjukkan secara jelas, bahwa perusahaan-perusahaan Amerika Serikat merupakan investor yang berkomitmen memberikan investasinya di infrastruktur seperti pelabuhan, jalan raya, dan jalur kereta api.

Menurut Wijayanto, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat mempekerjakan langsung sekitar 183 ribu orang Warga Negara Indonesia (WNI) dengan upah yang bersaing, dengan lapangan kerja yang sudah dibuka mencapai 1,7 juta orang.

“Sejak 2007 sampai 2012, anggaran pelatihan karyawan rata-rata yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang disurvei meningkat 150%,” tuturnya. Wijayanto menambahkan, perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kajian tersebut membelanjakan rata-rata sebesar 5,8 juta dolar AS pada 2012 untuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), meningkat ebesar 95% sejak 2007.

“Direncanakan, akan ada investasi langsung tambahan dari Amerika Serikat ke Indonesia sekitar sekitar 61 miliar dolar selama 3-5 tahun ke depan. Dengan ketentuan, adanya lingkungan investasi yang kondusif dan bersahabat,” jelas Wijayanto.

Sementara itu, President dan CEO dari U.S. Chamber of Commerce, Tom Donohue mengungkapkan, kajian ini menunjukkan investasi Amerika Serikat membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia yang lebih dari sekadar angka-angka yang dinyatakan dalam nilai dolar.

Menurutnya, hal itu dikarenakan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat meningkatkan produktivitas lokal, perusahaan-perusahaan tersebut melakukan investasi pada karyawannya, serta memberikan kontribusi jangka panjang yang signifikan kepada masyarakat di tempat mereka melakukan kegiatan operasinya. (MSR)