Mysore Palace, Istana Sejuta Lampu

Foto: viewsyntax

India, Sayangi.com – Kala matahari mulai tenggelam, ketika langit sudah gelap, istana ini akan mulai memancarkan cahaya kuning keemasan dari untaian lampu-lampu hias yang memenuhi setiap sisi bangunan istana. Sangat menakjubkan, hampir setiap malam lampu-lampu ini dinyalakan, apalagi ketika weekend tiba, sepanjang malam istana untaian lampu tersebut akan membentuk sudut-sudut kemegahan istana tersebut.

Mendulang namanya, Mysore palace merupakan sebuah istana kota yang terletak dipusat kota Mysore. Sekitar 140 Km dari kota Bangalore, negara India bagian Karnataka selatan. Menurut sejarah, kawasan ini merupakan rumah hunian bagi keturunan penguasa dinasti Wodeyar sejak abad ke 14, salah satu dinasti kerajaan pertama yang pernah menduduki Mysore. Setelah sempat tergerus oleh cuaca, bahkan sempat mengalami kehancuran, istana ini kembali digelar dengan arsitektural yang indah dan sangat megah, proyek pembangunan terakhir terjadi dari sekitar tahun 1897 dan selesai tahun 1912, seiring berkembangnya kota ini menjadi kota terbesar kedua di propinsi Karnataka, sejumlah perluasan pun dilakukan secara bertahap, hingga mencakup taman-taman dan fasilitas keagamaan disekelilingnya. Tak heran, rating pengunjung untuk istana ini menyaingi dengan pengunjung Taj Mahal di Agra, yang diperkirakan 2,7 juta pengunjung setiap tahunnya.

Seorang arsitek kenamaan Henry Irwin disebut-sebut sebagai perancang yang mendesain secara sempurna seluruh struktur bangunan. Terdiri dari istana dengan 3 lantai yang diantaranya merupakan ruangan penting yang menyimpan berbagai atribut kerajaan, lukisan kuno, dengan 5 menara dan kubah, serta pilar-pilar dan atap langit yang penuh ukiran serta lukisan yang indah. Khas dengan gaya arsitektural Indo-Sarasenik, dengan sentuhan budaya Hindu, Islam, Rajputana, dan aksen ghotik ala barat. Istana ini dapat dikatakan sebagai istana dari mahakarya seni ukir dan lukisan yang menakjubkan. Belum lagi lampu-lampu permata yang menggantung anggun beberapa sudut bagian ruangan utama, dengan dihiasi kaca patri yang berwarna-warni, makin membuat setiap sudut ruangan di istana ini tak layak untuk dilewatkan.

Sebagian dari istana ini merupakan museum kerajaan yang menampilkan replika kehidupan dinasti pada masa itu, miniatur-miniatur budaya dan gaya hidup serta silsilah keluarga kerajaan di paparkan begitu jelas. Anda tak akan bosan mencermati bagaimana indahnya seni ukir dan lukisan yang membentang disetiap atap langit dan pilar-pilar yang ada, dengan dilengkapi furnitur-furnitur dengan kualitas yang sangat luar biasa. Untuk menikmati sejarah yang terpapar dalam setiap sudut ruangan di istana ini anda bisa mendapatkannya lewat audiovisual guide yang disediakan pihak kepariwisataan Karnataka, dengan biaya sebesar 200 INR perorang sudah termasuk tiket masuk, sayang pengunjung tidak diizinkan mengambil gambar dikawasan dalam istana. Tak hanya istana dan taman yang indah, anda dapat menengok situs keagamaan yang juga bertengger dikawasan istana ini, sebuah kuil Hindu laris dikunjungi baik dengan niat beribadah ataupun hanya sekedar mengagumi keindahan arsiteturalnya saja.

Bangalore merupakan kota utama untuk mengakses kota Mysore, untuk transportasi bus anda dapat mengakses dari terminal KSRTC atau Kempegowda yang letaknya tak jauh dari stasiun kereta api. Harga bervariasi tergantung dari jenis fasilitas yang anda pilih, seperti AC dan Non AC. Perjalanan dari Bangalore ke Mysore umumnya hanya memakan waktu 3 hingga 4 jam. (FIT)