Awasi Rekam Jejak Hakim MK 10 Tahun Terakhir

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis berpendapat, adanya lembaga pengawasan untuk Mahkamah Konstitusi (MK) kurang efektif karena lembaga-lembaga negara diisi oleh manusia yang bisa melakukan tindakan negatif.

Untuk itu, kata Margarito, hakim-hakim yang ada di MK harus mempunyai integritas yang tinggi terhadap moral dan etika. “Secara pribadi saya kurang setuju dengan adanya lembaga pengawas untuk MK karena biar bagaimanapun, lembaga itu diisi oleh orang-orang. Jadi yang harus diprioritaskan adalah etika moral hakim-hakim yang di MK,” ujar Margarito kepada Sayangi.com, Kamis (3/10).

Menurut Margarito, untuk mendapatkan hakim yang bermoral dan beretika yang bagus harus ada perubahan mekanisme pemilihan dengan cara melihat rekam jejak 10 tahun terakhir dari calon-calon hakim di MK. “Untuk memilih orang-orang yang baik secara moral dan etika tersebut, Pemerintah harus mengeluarkan peraturan rekruitmen hakim MK,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui bahwa Ketua MK, Akil Mochtar, ditangkap oleh Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyuapan perkara pilkada di Gunung mas, Kalimantan Tengah. Selain Akil, KPK juga menangkap 4 orang lainnya yaitu CN (Anggota DPR RI Fraksi Golkar), CHN (Swasta), HB (Kepala Daerah) dan DH (Swasta).

KPK juga menyita sejumlah uang berbentuk 200 ribu dolar singapura dan 20 ribu dolar jika dijumlahkan ke rupiah sekitar 2-3 Miliar, penyerahan uang tersebut dilakukan di rumah AM di Jalan Widyachandra III no 7, Jakarta Selatan. Selain itu KPK juga menyita Toyota Mobil Fortuner putih milik CN. (MSR)