Baleg DPR Hentikan Revisi UU Pilpres

Foto: dpr.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Pembahasan revisi UU Pemilihan Presiden (Pilpres) No 42 tahun 2008 resmi dihentikan oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR. Bahkan Baleg juga akan mencabut revisi UU dari program legislasi nasional (prolegnas).

Hal ini diutarakan oleh Ketua Baleg Ignatius Mulyono. Menurutnya, draft RUU Pilpres secara mufakat pembahasannya telah dihentikan. Untuk itu pihaknya akan segera melaporkan kepada sidang paripurna. Selain itu, pihak juga akan melayangkan laporan ke Menkumham Amir Syamsuddin sebagai perwakilan pemerintah.

Meskipun sebenarnya, beberapa fraksi menolak RUU tersebut dihentikan. Fraksi-fraksi yang menolak dihentikan adalah PPP, PKS, Gerindra dan Hanura. Sementara Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Golkar, PAN dan PKB setuju RUU dihentikan.

“Tapi kami secara musyawarah mufakat memutuskan pembahasan terhadap draft ruu pilpres dihentikan,” kata Ignatius Mulyono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/10).

Beberapa anggota Baleg yang menolak pengehentikan merasa kecewa atas hal itu. Ahmad Yani anggota Baleg dari PPP, mengatakan bahwa PPP memutuskan sebagai sebuah keharusan untuk melakukan revisi UU Pilpres. Sedangkan anggota asal Hanura Djamal Aziz meminta adanya pasal yang menyebutkan Presiden RI tidak bisa rangkap jabatan.

Dalam rapat tersebut sempat diwarnai aksi walk out oleh Ahmad Yani dan Djamal Aziz. Mereka menganggap rapat tidak konstitusional.

“Ini kepentingan partai besar,” kata Djamal.(GWH)