Lagi, Calon Wako Palembang Juga Pernah Dimintai Uang oleh MK

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Setelah calon bupati Empatlawang, ternyata calon wali kota Palembang, Ir Sarimuda pun pernah juga dimintai uang oleh pihak MK menjelang Sidang Sengketa Pilkada Wali Kota Palembang beberapa waktu lalu.

“Menjelang sidang di MK, ada orang yang nemui saya, dia mengaku orang yang dekat Ketua MK. Katanya kalau mau menang, harus disiapkan uang untuk MK, tapi saya tidak menanggapinya,” kata Sarimuda ketika dibincangi Sayangi.com ┬ádi Jakarta Kamis (10/3) Malam.

Sarimuda mendadak ke Jakarta setelah mendengar ketua MK, Akil Muchtar tertangkaptangan tadi malam. “Sebagai orang yang pernah mengalami dan merasakan janggal atas putusan MK, khususnya tentang perkara yang saya hadapi, tentu ini satu peluang baru untuk mengungkap kebenaran dan keadilan,” ujar Sarimuda.

Dalam Pilkada kota Palembang lalu, berdasarkan penghitungan KPU Palembang, Sari Muda berpasangan dengan Nelly Rodiana (No urut 3), unggul 8 suara dari pasangan Romi Herton berpasangan dengan dan Harnojoyo (nomor urut 2). Sedangkan pasangan lain yang mengikuti Pilwako Palembang adalah MularisDjahri dan Husni Thamrin (mo. urut 3) yang menduduki posisi terakhir.

Tetapi sidang MK yang dipimpin oleh Akil Mochtar membatalkan penetapan hasil penghitungan KPU kota Palembang dan menyatakan Romi Herton-Harnojoyo sebagai pemenang pilkada kota Palembang tersebut.

Adapun kejanggalan dalam Sidang MK itu, kata Sarimuda, bahwa 5 kotak yang akan dihitung ulang ketika sidang digelar itu ada kotak yang basah, segelnya sudah rusak dan isinya sudah berkurang.

“Sebelum dibawa ke Jakarta, kotak suara itu diinapkan di kantor KPU Palembang. Berkemungkinan diacak-acak dan diubah di kantor KPU Palembang,” kata Sarimuda yang sudah tiga kali bertarung dalam Pilkada Kota Palembang ini.

Padahal, kata Sarimuda, kantor dijaga ketat oleh pihak keamanan, tapi masih bisa diubah juga. Sedangkan saksi-saksi  dari pihaknya tidak ada yang diperbolehkan masuk.

Karena merasa dicurangi, Sarimuda masih perlu berjuang lagi untuk mencari kebenaran dan keadilan. Rencananya, besok dia akan melakukan talkshow di salah satu TV Nasional. Setelah itu, dia dan Timnya pun akan kembali mendatangi MK, mencoba lagi memohon agar MK meninjau ulang hasil keputusan MK tentang sengketa Pilkada kota Palembang tersebut.

Sekedar mengingatkan, dalam penghitungan pasangan calon Wali kota-Wakil Wali kota Palembang tersebut Sarimuda-Nelly Rosdiana (nomor urut 3) unggul dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) dengan mengumpulkan 316.923 suara. Peringkat kedua diduduki pasangan Romi Herton-Harnojoyo (nomor urut 2) mengumpulkan sebanyak 316.915 suara atau hanya terpaut delapan suara. Peringkat ketiga diduduki pasangan Mularis Djahri-Husni Thamrin dengan meraih 97.810 suara.

Tetapi hasil keputusan KPU Palembang tersebut dibatalkan oleh MK. “Membatalkan Berita Acara Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang di Tingkat Kota oleh KPU Kota Palembang bertanggal 13 April 2013,” ujar Ketua MK Akil Mochtar membacakan amar putusan dalam sidang di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (20/5).

Akil mengatakan, perolehan suara yang benar secara keseluruhan adalah pasangan calon nomor urut 1, Mularis-Husin, memperoleh 97.809 suara, pasangan calon nomor urut 2, Romi Herton-Harnojoyo, memperoleh 316.919 suara, serta pasangan calon nomor urut 3, Sarimuda-Nelly, memperoleh 316.896 suara. Sehingga, dalam putusan ini MK menyatakan pasangan Romi-Harno memenangkan Pilkada itu, dan wajib dilaksanakan oleh KPU Kota Palembang. (VAL)