Pemerintah Transisi Mesir Terapkan Patokan Harga Pangan

Foto: voa

Kairo, Sayangi.com – Pemerintah Mesir menerbitkan daftar harga buah dan sayuran pada hari Kamis (3/4) dalam upaya mengontrol harga pada konsumen. Pedagang yang tidak mematuhi daftar harga tersebut akan ditindak tegas.
 
Pemerintah transisi diberlakukan setelah militer menggulingkan Presiden Muslim, Mohamed Morsi pada bulan Juli telah mengusulkan serangkaian langkah-langkah populis karena menulis konstitusi baru menjelang pemilihan parlemen dan presiden akan dilakukan pada semester pertama 2014 .
 
Konsumen telah mengeluhkan peningkatan pesat dalam harga produk selama beberapa bulan terakhir.
 
Pemerintah mendaftar buah umum dan sayuran, termasuk tomat yang dikatakan harus dijual seharga 1,50-2,00 pound Mesir per kilogram (Rp 25 ribu – Rp 33 ribu) dan kentang seharga 4,7-5,50 (Rp 78 ribu – Rp 92 ribu) per kilogram. Keduanya saat ini langka ditemukan di pasaran.
 
Pemerintah memberlakukan harga wajib pada produk pada 1960-an dan 1970-an, tapi buah dan sayuran sering menghilang dari pasar ke pasar gelap. Pemerintah Mesir kemudian menghapus kontrol pada 1980-an.
 
Pelayanan pasokan mengatakan harga yang dijadikan pedoman akan diterbitkan seminggu sekali.
 
“Jika pedagang tidak mematuhi, pemerintah akan turun dan memberikan tindakan serta memaksakan harga wajib,” kata kabinet dalam sebuah pernyataan.
 
Kementerian pasokan bahan makanan mengatakan, pihaknya juga akan bekerja untuk harga yang lebih rendah dengan meningkatkan jumlah produksi yang tersedia di negara yang dikelola koperasi dan pelayanan outlet pertanian dengan mengirim truk untuk memberikan buah dan sayuran khusus ke lingkungan miskin.
 
Karena berkuasa, pemerintah yang didukung militer telah mengumumkan upah minimum bagi pegawai negeri dan 22,3 miliar pound Mesir. Paket stimulus itu kemudian diarahkan sebagian kedalam investasi proyek-proyek infrastruktur padat karya. (FIT/voa)