Terlibat Dalam Pemilu, Netralitas Lemsaneg Diragukan

Foto: Sayangi.com/Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Berbagai kalangan meragukan keterlibatan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dalam proses Pemilu, tak terkecuali DPR. Lembaga ini diragukan karena keberadaannya langsung di bawah kendali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga Pemilu diragukan menjadi tidak netral dan tidak independen.

Hal ini diungkapkan anggota Komisi I Alexander Litaay menanggapi adanya nota kesepahaman antara KPU dengan Lemsaneg. Alexander ragu karena selama ini, lembaga ini bekerja tertutup, sehingga diragukan untuk bisa langsung menjadi sangat terbuka setelah terlibat dalam Pemilu.

“Lembaga Sandi Negara selalu silent operation. Tiba-tiba KPU minta Lemsaneg untuk operasi yang transparan. Bagaimana merubah habitat dari yang selama ini bergerak silent tiba-tiba masuk ke habitat yang butuh operasi terbuka,” kata Alexander yang juga politisi PDI Perjuangan ini dalam Rapat Komisi I DPR, Kamis (3/10/2013).

Rapat Komisi I dipimpin Mahfudz Siddiq (F-PKS) didampingi TB Hasanuddin (F-PG). Rapat menghadirkan Lemsaneg, KPU, KPI, Dewan Pers, RRI, dan TVRI. Rapat lebih banyak membahas pengamanan data Pemilu 2014. Dibutuhkan keterbukaan dan pengawasan ketat terhadap pelibatan Lemsaneg dalam Pemilu kali ini.

Anggota Komisi I lainnya Susaningtyas Nefo Handayani (F-Hanura) seperti dilansir situs resmi DPR menilai, keterlibatan Lemsaneg ibarat dua sisi mata uang. Bisa positif dan negatif. Positifnya, kata dia, data Pemilu bisa diamankan dengan sangat baik dan rapih. Namun, negatifnya ada kekhawatiran rekayasa teknologi dengan melalukan intersepsike sejumlah parpol. Hal itu menurutnya sangat membahayakan, apalagi parpol tidak punya kerja sama dengan Lemsaneg.