Yungang Caves, Figur Abadi Kejayaan Tiongkok Kuno

Foto: Flickr

China, Sayangi.com – Setelah mengabadikan rasa takjub di area kaki gunung Henshang, Datong mengajak anda untuk lagi-lagi tercengang atas kejayaan China masa lampau yang hingga kini tak lekat dari kunjungan para wisatawan dunia. 16 km disebelah barat kota Datong, tepatnya di kaki gunung Whuzao terdapat situs warisan budaya China masa lampau yang terukir dalam daftar sejarah panjang UNESCO sebagai The Heritage World, yang membuat kami menatap penuh heran dan super takjub.

Situs Goa Yungang disebut-sebut sebagai bagian mahakarya dari kejayaan penguasa Bei Wei Utara (386 -534). UNESCO mencatat, terdapat sekitar 252 gua, dengan 45 gua utama, dengan 51.000 arca diukir sepanjang 1 km, membentang dari arah timur hingga ke barat kaki gunung Wuzhou.

Diantara gua-gua utama di komplek Gua Yungang, gua ke-5 adalah yang terbesar dengan kemegahan arca Buddha Sakyamuni setinggi 17 meter. Dengan dekorasi kayu bertingkat empat. Gua no 5 merupakan sekuel gua ke 6 secara berpasangan, masing-masing gua terdapat ruang depan dan ruang belakang yang tiap ruangannya dipenuhi arca sang Buddha.

Dalam khazanah seni gua di dataran Tiongkok, Gua Yungang dianugerahi dengan mahkota tertinggi sebagai master seni karya patung Tiongkok kuno. Bagaimana tidak, kemegahan Gua Yungang ternyata mewakili pesona seni dari 3 zaman Tiongkok sekaligus. Terdapat aneka ragam arca yang mewakili zaman awal, zaman pertengahan hingga zaman akhir Tiongkok kuno. Dari segi pemahatannya, karakter karya seni arca tersebut pun sanggup membuat mata melanlangbuana ke zona 3 zaman tersebut.

Gua-gua zaman akhir terlihat dengan skala lebih kecil namun wujudnya cantik serta proporsional, sedangkan arca di zaman pertengahan terlihat lebih mewah dengan dekorasi serta pahatan yang halus. Lain halnya dengan arca yang tergabung dalam gua dizaman awal, kemegahan, kekuasaan yang tergambar melalui kagagahan arca tersebut nampak mewakili kreasi seni yang melambangkan kejayaan Dinasti pada masa itu. Arca-arca tersebut bukan hanya mewakili karakter 3 zaman, namun lebih dari pada itu, kategori arca pun dibagi dalam aspek budaya dan kehidupan Tiongkok kuno, banyak arca-arca yang menggambarkan khazanah seni, termasuk didalamnya seni musik dan seni tari bahkan seni akrobatik.

Konon, arca dari gua 3 zaman tersebut mewakili perkembangan seni Buddha di India, Persia, Bizantium, Asia Tengah hingga ke arah kesenian China kuno. Tak dapat disangkal dalam aspek perkembangan zaman, Gua Yungang memiliki peran sebagai manifestasi populernya pikiran agama Buddha serta cermin dari kehidupan sosial masyarakatnya masa itu. Sekaligus menjadi nasionalisasi dan sekularisasi karya seni Tiongkok. (FIT)