Mengkhawatirkan, Peningkatan HIV/AIDS di Jakarta Barat

foto: newsalemcares.org

Jakarta – Sayangi.com – Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI) Jakarta Barat (Jakbar), Fausal Kahar, mengatakan Kasus HIV/AIDS di wilayah Jakbar terus meningkat dari tahun ke tahun. Sesuai data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tahun 2012 terdapat 329 orang terjangkit HIV dan 185 menderitra AIDS, sedangkan tahun 2013 diperkirakan meningkat hingga 25 persen.

“Jakarta Barat ini merupakan Las Vegas-nya Indonesia dan Tamansari sebagai pusatnya tempat hiburan perlu mendapatkan perhatian serius dalam penanganan HIV/AIDS,” kata Sekretaris KPAI Jakarta Barat, Fausal Kahar, saat dihubungi wartawan, Jumat (4/10).

Menurut Kausal, kondisi tersebut juga dipengaruhi kurangnya kesadaran para pengusaha tempat hiburan di Jakbar dalam ikut mengantisipasi penyebaran penyakit mematikan tersebut. Di mana dari 305 tempat hiburan malam, hanya 60 persen yang konsen untuk memeriksakan karyawannya untuk enatispasi dari dari ancaman penyakit tersebut.

“Masih banyak bos tempat hiburan malam yang enggan mengeluarkan biaya untuk pemeriksaan. Mereka lebih memilih memecat karyawannya yang sakit atau membiarkannya tetap bekerja,” paparnya.

Lebih memprihatinkan, lanjut Fausal, sesuai data Puskesmas di Mangga Besar, Tamansari yang memberikan konseling, pada Marert 2012 terdapat 211 pekerja seks malam yang terjangkit HIV.

“Selain itu, ditemukan 448 penyakit menulaur seksual di antaranya tujuh positif. Jadi satu pekerja seks malam bisa terjangkit 3-4 penyakit, seperti raja singa, gonorrhea dan HIV,” ujarnya.

Diketahui bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat berkomitmen akan melaksanakan program Getting to Zero se optimal mungkin. Sebab, pada 2015 sudah di targetkan di Jakarta Barat bersama dua kota lainnya di Indonesia terbebas dari HIV/AIDS.

Sosialisasi tersebut juga dilakukan, baik kepada siswa, PKK, karyawan pabrik, tempat hiburan, serta pembentukan warga peduli AIDS (WPA) yang sudah beranggota 300 lebih di 8 Kecamatan di Jakarta Barat. (S2)