Ruhut: Jimly-Mahfud Pakar Hukum Yang Tak Mengerti Hukum

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengkritik pernyataan pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie dan ahli hukum Mahfud MD terkait hukuman yang harus diberikan pada Akil Mochtar. Ruhut menyebut kedua pakar hukum yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu sebagai orang-orang yang tak mengerti hukum.

“Jelas-jelas dalam UU menyebut hukuman bagi koruptor maksimal 20 tahun. Jadi gak ada UU yang menyebut hukuman mati dan hukuman seumur hidup bagi koruptor,” kata Ketua Komisi III non palu dalam diskusi ‘Situasi Hukum Nasional Paska Penangkapan Ketua MK’ yang diadakan oleh DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), di Sekretariat PGK, Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 43, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Sebelumnya diberitakan Jimly Asshiddiqie dengan tegas meminta agar Akil Mochtar dijatuhi hukuman mati atas kasus korupsi yang menimpanya. Ini harus dilakukan karena Akil telah merusak citra institusi hukum. Jimly mengatakan, meski UU tidak mengatur hukuman mati, jaksa KPK dapat menuntut hukuman mati bagi Akil. Hukuman maksimal, untuk memberi efek jera bagi Akil sebagai pemangku jabatan paling tinggi yang pernah diciduk KPK. Apalagi, jabatan Akil sebagai penegak hukum.

“Ini jabatan di atas Menteri. Apalagi, dia memegang jabatan hukum. Hukuman tak usah lagi dipenjara karena akan menuh-menuhi penjara,” katanya.

Sementara itu Mahfud MD yang juga mantan Ketua MK, menyarankan agar Akil dihukum seumur hidup. “Hukum yang tepat seumur hidup karena Indonesia tidak ada hukuman mati,” kata Mahfud.

Dalam diskusi ‘Situasi Hukum Nasional Paska Penangkapan Ketua MK’ yang diadakan oleh DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), hadir pula sebagai pembahas, Wakil Ketua Umum PGK Ade Reza, kandidat Doktor UI bidang politik. Acara dimoderatori Ketua Umum PGK Bursah Zarnubi yang oleh Ruhut disebut “guru politik saya” tersebut bertujuan untuk mengontruksi ulang lembaga hukum di Indonesia agar menjadi lebih baik ke depannya. (GWH)