Polisi Selidiki Penyiram Air Keras ke Bus

Foto: Yan Zaplin

Jakarta, Sayangi.com – Kepolisian hingga kini masih menyelidiki pelemparan air keras di bus PPD 213 bernomor polisi B 7768 NP, jurusan Kampung Melayu-Grogol di Jembatan Tong Tek, Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Jumat (4/10) pagi.

“Beberapa saksi sudah diperiksa, dan diketahui pelaku memakai seragam olah raga tetapi belum diketahui identitasnya masih dalam penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/10).

Rikwanto menambahkan saat ini pihak penyidik masih berupaya mengumpulkan keterangan dari para saksi dan melakukan olah TKP. “13 korban semuanya dirawat di RS Primere Jatinegara. Penyidik masih menyelidiki pelaku dan apa motifnya,” tutur Rikwanto.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, 13 penumpang bus PPD 213 menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak di kenal, di Jembatan Tong Tek atau tepatnya di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Jumat (4/10) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pukul 06.45 WIB. Saat kejadian, itu banyak penumpang bus yang berprofesi pelajar dan pekerja.

Akibatnya, sebanyak 13 orang mengalami luka bakar di bagian wajah, lengan tangan, dada dan punggung. Ketigabelas korban saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

13 orang menjadi korban dari penyiraman air keras yakni:

1. Beta Virgin Silalahi
2. Galuh Pratiwi Anggraeni
3. Chandra Maya
4. Veronica Simanjuntak
5. Sari Kurniati
6. Retna Permata Sari
7. Dwi Nurcahyaning Sari
8. Andra Christy
9. Jodie Adisty
10. Tio Alfaraby (Pelajar)
11. Ahmad Fahriyanto Ali (Pelajar)
12. Tegar Didik Lesmana (Pelajar)
13. Ahmad Rusadi (Pelajar).
(GWH).