Ruhut: Komisi III, Waspadalah..Waspadalah

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Anggota DPR RI Ruhut Sitompul mengingatkan rekan-rekannya di Komisi III supaya berhati-hati dalam mengemban tugas sebagai wakil rakyat. “Jangan main Api. Nanti terbakar. Siapa yang coba-coba ya siap siap saja tunggu waktunya”.

Hal ini disampaikanya saat menjadi narasumber diskusi yang di gelar Perhimpunan Gerakan Keadilan dengan tema ” Situasi Hukum Nasional Pasca Penangkapan Ketua MK” di Jakarta Jumat (4/10).

“Ini era reformasi, rakyat sangat cerdas. Apa yang dikatakan Abraham (ketua KPK-red) tanggal 30 September bocoran masyarakat yang lapor. Kita sedih dengan kasus MK ini, tapi hukum tidak tembang pilih,” ujar politisi partai Demokrat ini. “Makanya aku bilang Komisi III itu waspada-waspadalah kita semua”.

“Masalahnya 3 dari 9 komisioner, kami yang melakukan uji kelayakan fit and Proper testnya, sedih ngak?” tanyanya kepada peserta diskusi.

“Kawan-kawan aku yang di Golkar bilang, uda ngapain lagi dia aja. Yang gitu-gitulah. Karena itu kenapa aku ditolak jadi ketua di Komisi III. Aku inikan Ketua Komisi III non palu nih, palu belum dikasih-kasih atau senin (7/10) dikasih gak nih ? ya sudahlah.

Ruhut kemudian bercerita kisah nyata, pasang surut hubungan pertemanannya dengan mantan anggota DPR dari PDIP Gayus Lumbun saat kasus Bank Century beberapa waktu lalu. Namun kini Gayus yang terpilih sebagai Hakim Agung berbalik mendukung dirinya menjadi Ketua Komisi III.

“Aku banyak intrupsi. Salah satu anggota senior (Gayus Lumbun-red), Pak Ruhut bisa ngak diam disiplin, jangan ribut. Siapa kau?, kau baru jadi anggota DPR tiga bulan, saya sudah tiga periode tau!,”.

“Ngeri juga aku dengar tiga periode. Tapi dasar aku anak buahnya bang Bursa (Ketum DPP PGK-red), aku lawan aja. Brapa periode kau 3 periode? berarti 15 tahun donk.. aku baru 3 bulan ayo polling! orang lebih atau aku dari pada kau. Kaukan 4D, datang, duduk, diam, duit. Tapi kalian tau, mengenai Komisi III yang bela gue itu Gayus Lumbun, preman juga itu dia. itulah persahabatan,”. lanjutnya bercerita.

“Enak itu sahabat sama preman. Kalau orang-orang yang merasa pintar itu merasa dirinya paling pintar, nyatanya Gayus bela aku. Aku dihabisi sama Nurdiman Munir gara-gara ceritain dia ke Turki nonton tari perut . Karena itu Nurdian Munir itu marah terus sama aku. Padahal yang ngomong si Gayus Lumbun, aku yang dimarahin. Tapi ngak apalah aku mengalir aja,” tutupnya dengan nada canda.

Ruhut juga menyayangkan kepemimpinan politisi Golkar lainnya yakni Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang seakan-akan memperlambat proses pengesahannya sebagai Ketua Komisi III, padahal situasi hukum nasional sudah dalam kondisi darurat.

Jika terpilih, Ruhut berkomitmen akan menyelesaikan semua permasalahan yang berkaitan dengan hukum sesuai dengan bidang di Komisi III dengan membuat kesepakatan penegakkan hukum.  

[iframe width=”560″ height=”315″ src=”//www.youtube.com/embed/KldxLnHedJI” frameborder=”0″ allowfullscreen ]