Ruhut: Aku Menangisi MK, Bukan Akil

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Anggota DPR Ruhut Sitompul meluruskan pemberitaan dimedia online mengenai reaksinya terkait penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar oleh KPK di rumah dinasnya di Jl Widya Chandra III, Rabu malam, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). “Bukan Akil yang aku tangisi. Saya tangisi MK itu,” ujar politisi partai Demokrat dalam diskusi “Situasi Hukum Nasional Pasca Penangkapan Ketua MK” yang diselenggarakan oleh Ormas Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) di Jakarta Jumat (4/10).

“Mk Lahir dari semangat reformasi. Pak Sby selalu dengan tegas mengatakan di era reformasi ini hukum adalah panglima,” jelas Ruhut.

“Saya 32 tahun jadi Advokat, hidup saya dipengadilan. Saya bangga melihat MK. Kalau dulu itu sejak saya junior lawyer hingga senior lawyer, sidang itu ngak pernah tepat waktu kadang mulainya jam 7 malam bukan mulai untuk sidang . Hakim kita tundanya dua minggu lagi. Bayangkan banyak waktu kita terbuang, teman-teman lawyer tahu itu. Tapi kalau di MK selalu tepat waktu. Sidang jam 10, jam 10 kurang 5 menit, Hakim Komisioner masuk sangat berwibawa. Dan tidak bertele-tele 14 hari langsung ingkrah. Itulah Mk,” ungkap pria flamboyan berusia 60 tahun itu.

“Begitu juga kenapa sama ditugasi jaga KPK.  MK-KPK dimata rakyat ibarat anak gadis,” lanjutnya menerangkan.

“MK menangani masalah perundang-undangan, KPK memberantas korupsi. itu fakta kita mau bilang apa?. Saya Kaget Karena Akil yang saya anggap adik saya ditangkap tangan KPK kasus suap Pilkada. Padahal MK Itu benteng terakhir rakyat mendapat pembelaan.  The man Behind The gun kata Obama, tapi mohon ibarat rumah, ada tikus kita bunuh tapi jangan rumahnya yang dibakar. Jadi saya MK Itu tetap harus kita pertahankan.”

Sebelumnya diberitakan salah satu media online terkemuka tanah air, saking kagetnya, politikus Demokrat Ruhut Sitompul mengaku sampai tak bisa tidur setelah mendengar kabar yang dinilainya sangat memalukan tersebut. Bahkan dia sampai meneteskan air mata.

“Peristiwa tadi malam saya paling terpukul dan malam itu menangis,” klaim Ruhut saat ditemui di Gedung DPR, Kamis (3/10).

Politisi Demokrat ini mengaku sering ke MK mewakili komisinya untuk memberikan tanggapan terhadap berbagai gugatan. “Saya paling aktif tiap minggu ke MK. Saya sering 4 pilar bersama Chairun Nisa tapi memang 2-3 bulan dia ditarik karena (kasus) pengadaan ayat suci Al Quran,” jelas Ruhut.

Untuk diketahui, Akil Mochtar ditangkap di rumah dinasnya tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam penangkapan itu, KPK juga menyita 200.000 Dolar Singapura dan USD 20.000. KPK menyebut jika dirupiahkan lebih kurang Rp 3 miliar.

Diduga uang itu sebagai suap terkait persidangan sengketa Pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang sedang bergulir di MK.

KPK langsung membawa Akil untuk dimintai keterangan. Selain Akil KPK juga menangkap Chairunnisa, HB merupakan kepala daerah serta CN dan DH dari swasta.

“Saya kehilangan ibu Chairunnisa. Dan Akil Mochtar itu bekas anak buah saya di Pemuda Pancasila,” demikian jelas Ruhut Sitompul.