Burger Gratis untuk Pengangguran AS, Restoran ini Nyaris Bangkrut

Foto: sogoodblog

Washington, Sayangi.com – Ratusan ribu pegawai negeri sipil (PNS) Amerika Serikat terpaksa menganggur tanpa gaji karena layanan pemerintah Amerika Serikat terhenti (shutdown) sejak belum terjadi kesepakatan anggaran di parlemen. Tapi, situasi ini boleh jadi sedikit menguntungkan karena salah satu restoran di Washington memberikan burger gratis untuk mereka yang menganggur. Sayangnya, Restoran ini tak lama menerapkannya karena memberikan burger gratis untuk pra pengangguran membuat restoran ini nyaris bangkrut.

Adalah restoran Z-Burger di Washington yang dengan welas asih memberikan burger cuma-cuma untuk para PNS ini. Pemiliknya, Peter Tabibian, imigran dari Iran tahun 1980an, mengatakan bahwa keputusannya ini untuk membantu mereka yang kesusahan.

“Jika mereka tidak bekerja, mereka bisa datang dan mendapatkan burger. Saya ingin melakukan sesuatu yang baik untuk para pekerja kita,” kata Tabibian.

Tidak hanya Tabibian yang berinisiatif memberikan keringanan bagi para PNS. Beberapa restoran di Washington memberikan diskon bagi pegawai yang terdampak. Namun, ada beberapa restoran yang memberikan harga mahal bagi anggota kongres, yang disebut sebagai biang keladi shutdown.

Ada sekitar 320.000 orang yang terdampak shutdown di Washington. Termasuk di antaranya adalah pegawai federal, kontraktor, dan pegawai pemerintahan. Mereka harus menunjukkan kartu pegawai jika ingin mendapatkan burger gratis.

Rencananya, Tabibian akan memberikan burger gratis sampai Kamis ini, atau empat hari setelah shutdown. Namun baru dua hari berjalan, dia terpaksa menghentikan program ini jika tidak ingin bangkrut.

“Setiap harinya kami memberikan makanan gratis senilai US$ 30.000 (Rp345 juta), atau sekitar 6.000 burger per harinya di empat cabang. Maaf, saya tidak bisa melakukannya hingga Kamis,” kata Tabibian, dikutip Huffington Post.

Empat cabang Z-Burger di Washington didatangi lebih dari 200 orang PNS menganggur per harinya. Pegawainya kelelahan dan bahan makanan mereka habis. rugi besar. (FIT/huffington post)