Polisi Tangkap Pengedar dan Sekilo Ganja di Palembang

Foto: Antara

Palembang, Sayangi.com – Kepolisian Sektor Plaju menangkap seorang yang diduga sebagai pengedar ganja kering berserta barang bukti seberat satu kilogram di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (5/10).

“Petugas menangkap Hrt alias Bd (37) yang tidak bisa berkutik saat dibekuk di kediamannya Jalan Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju dengan barang bukti berupa ganja kering seberat satu kilogram,” kata Kepala Kepolisian Sektor Plaju AKP Syafri didampingi Kepala Unit Reserse Kriminal Aiptu Yusron.

Ia mengemukakan pelaku yang diduga bandar narkoba di kawasan Plaju ini menjadi incaran petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Plaju sejak satu bulan terakhir menindaklanjuti informasi dari masyarakat.

“Tersangka Hrt ini sempat dipenjara selama dua tahun untuk kasus yang sama pada tahun 2007 hingga 2009, yakni membeli daun ganja kering seharga Rp2.500.000 dan mengedarkannya dalam beberapa paket kecil. Sepertinya, hukuman pidana itu tidak membuatnya jera,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tersangka akan terjerat Pasal 111 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman kurungan selama lima tahun penjara.

Sementara, berdasarkan pengakuan tersangka yang kesehariannya berprofesi sebagai sopir angkutan umum ini diketahui bahwa aksi kejahatan itu dilakukan lantaran membutuhkan uang untuk acara khitanan anak kandung pada pekan depan.

“Sudah satu tahun ini menjual ganja, tidak pernah narkoba jenis lain. Ganja ini diperoleh dari Aan yang bertempat tinggal di Jakabaring. Sebelum dijual dibagi-bagi dalam paket-paket kecil dengan mendapatkan untuk sekitar Rp800.000. Biasanya dalam satu bulan sudah habis dibeli pemakai atau pengecer,” katanya.

Sementara ini, Provinsi Sumatera Selatan menyebutkan bahwa tercatat sebanyak 1,5 persen dari total jumlah penduduk yang berjumlah 7.222.635 jiwa (data BNN tahun 2012) merupakan pencandu narkoba.

Jumlah itu dipastikan telah mengalami peningkatan seiring dengan maraknya peredaran narkoba di provinsi itu dalam beberapa tahun terakhir, katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi pertemuan Kapolda se-Indonesia pada akhir tahun 2012 diketahui bahwa Sumsel berada pada urutan kedua untuk kejahatan narkoba atau tepat satu tingkat di bawah DKI Jakarta.